Nama : Amy DamayantiEmail : alphamamayankee@yahoo.comAlamat : Jl. Tegal Parang VAwalnya saya bukan tipe pencinta makanan bebek, selain beranggapan daging bebek itu baunya anyir, juga kasar dan alot. Tetapi sejak mencoba Bebek Goreng Yogi di Jl. Panjang - Kelapa Dua, saya jadi tipe kerajinan makanan bebek. Kok bisa? Bebek Goreng Yogi adalah restoran yang khusus menyediakan sajian aneka makan bebek. Dari bebek goreng, bakar, rica rica, bumbu rendang, dan bebek cabe ijo semua ada disana. Selain itu, mereka juga menyediakan ampela & ati bebek yang dibuat menyerupai satai dan juga tahu serta tempe goreng sebagai pengkapnya. Masakan bebeknya tidak anyir sama sekali apa lagi alot, yang ada malahan renyahnya bebek dan bumbu yang sedap membuat saya semakin doyan makan disana. Sebenarnya saya tidak sengaja sewaktu mencoba Bebek Goreng Yogi ini. Awalnya hanya karena merasa penasaran dengan warna spanduknya yang berwarna kuning ngejreng dan juga banyaknya mobil yang parkir diseputar area tersebut. Hingga akhirnya saya dan temen-teman memutuskan untuk mampir di warung makan tersebut. Bebek Goreng Yogi menyajikan sajian seperti prasmanan, kami mengambil dan memilih sendiri nasi apa yang akan kami makan. Seperti nasi putih atau nasi uduk, jenis masakan bebek apa yang akan kami makan semuanya disajikan masih dalam kondisi hangat, serta bebasnya mengambil lalapan juga diperbolehkan di warung makan tersebut. Tetapi, hati-hati dengan sambal mereka, wuihhh... pedas sekali!!Satu porsi per orang (nasi + bebek goreng) dikenai Rp12.500,- belum termasuk minum. Tetapi rasanya kurang puas kalau makan hanya nasi dengan bebek goreng aja. Biasanya saya suka menambahnya dengan sate ampela atau tahu goreng. Sate ampela dihargai Rp 4000 per tusuk sedangkan tahu Rp 2000 per potong. Yah memang sih kalau sekali makan bisa habis Rp 20.000,- per porsi sudah dengan minum dianggap rada mahal. Tetapi perlu diliat juga bahwa porsi bebeknya sangat besar, begitu juga dengan sate ampela atinya serta potongan tahu tempenya. Bagi mereka yang sedang lapar-laparnya saat makan siang harga tersebut rasanya sangat terjangkau. Bebek Goreng Yogi buka dari Senin - Minggu. Mengenai jam, saya kurang tau karena saya selalu datang pada saat makan siang.Sayang sekali Bebek Goreng Yogi belum membuka cabang, padahal mereka terkenal karena promosi mulut ke mulut. Berhubung sekarang sudah pindah kerja didaerah Mampang, wah alangkah senangnya kalau mereka membuka cabang didekat-dekat daerah ini. Pasti saya pelanggan pertama akan mampir untuk makan siang disana... (dev/Odi)
Jakarta -
Nama : Amy DamayantiEmail : alphamamayankee@yahoo.comAlamat : Jl. Tegal Parang VAwalnya saya bukan tipe pencinta makanan bebek, selain beranggapan daging bebek itu baunya anyir, juga kasar dan alot. Tetapi sejak mencoba Bebek Goreng Yogi di Jl. Panjang - Kelapa Dua, saya jadi tipe kerajinan makanan bebek. Kok bisa? Bebek Goreng Yogi adalah restoran yang khusus menyediakan sajian aneka makan bebek. Dari bebek goreng, bakar, rica rica, bumbu rendang, dan bebek cabe ijo semua ada disana. Selain itu, mereka juga menyediakan ampela & ati bebek yang dibuat menyerupai satai dan juga tahu serta tempe goreng sebagai pengkapnya. Masakan bebeknya tidak anyir sama sekali apa lagi alot, yang ada malahan renyahnya bebek dan bumbu yang sedap membuat saya semakin doyan makan disana. Sebenarnya saya tidak sengaja sewaktu mencoba Bebek Goreng Yogi ini. Awalnya hanya karena merasa penasaran dengan warna spanduknya yang berwarna kuning ngejreng dan juga banyaknya mobil yang parkir diseputar area tersebut. Hingga akhirnya saya dan temen-teman memutuskan untuk mampir di warung makan tersebut. Bebek Goreng Yogi menyajikan sajian seperti prasmanan, kami mengambil dan memilih sendiri nasi apa yang akan kami makan. Seperti nasi putih atau nasi uduk, jenis masakan bebek apa yang akan kami makan semuanya disajikan masih dalam kondisi hangat, serta bebasnya mengambil lalapan juga diperbolehkan di warung makan tersebut. Tetapi, hati-hati dengan sambal mereka, wuihhh... pedas sekali!!Satu porsi per orang (nasi + bebek goreng) dikenai Rp12.500,- belum termasuk minum. Tetapi rasanya kurang puas kalau makan hanya nasi dengan bebek goreng aja. Biasanya saya suka menambahnya dengan sate ampela atau tahu goreng. Sate ampela dihargai Rp 4000 per tusuk sedangkan tahu Rp 2000 per potong. Yah memang sih kalau sekali makan bisa habis Rp 20.000,- per porsi sudah dengan minum dianggap rada mahal. Tetapi perlu diliat juga bahwa porsi bebeknya sangat besar, begitu juga dengan sate ampela atinya serta potongan tahu tempenya. Bagi mereka yang sedang lapar-laparnya saat makan siang harga tersebut rasanya sangat terjangkau. Bebek Goreng Yogi buka dari Senin - Minggu. Mengenai jam, saya kurang tau karena saya selalu datang pada saat makan siang.Sayang sekali Bebek Goreng Yogi belum membuka cabang, padahal mereka terkenal karena promosi mulut ke mulut. Berhubung sekarang sudah pindah kerja didaerah Mampang, wah alangkah senangnya kalau mereka membuka cabang didekat-dekat daerah ini. Pasti saya pelanggan pertama akan mampir untuk makan siang disana... (dev/Odi)
Nama : Amy DamayantiEmail : alphamamayankee@yahoo.comAlamat : Jl. Tegal Parang VAwalnya saya bukan tipe pencinta makanan bebek, selain beranggapan daging bebek itu baunya anyir, juga kasar dan alot. Tetapi sejak mencoba Bebek Goreng Yogi di Jl. Panjang - Kelapa Dua, saya jadi tipe kerajinan makanan bebek. Kok bisa? Bebek Goreng Yogi adalah restoran yang khusus menyediakan sajian aneka makan bebek. Dari bebek goreng, bakar, rica rica, bumbu rendang, dan bebek cabe ijo semua ada disana. Selain itu, mereka juga menyediakan ampela & ati bebek yang dibuat menyerupai satai dan juga tahu serta tempe goreng sebagai pengkapnya. Masakan bebeknya tidak anyir sama sekali apa lagi alot, yang ada malahan renyahnya bebek dan bumbu yang sedap membuat saya semakin doyan makan disana. Sebenarnya saya tidak sengaja sewaktu mencoba Bebek Goreng Yogi ini. Awalnya hanya karena merasa penasaran dengan warna spanduknya yang berwarna kuning ngejreng dan juga banyaknya mobil yang parkir diseputar area tersebut. Hingga akhirnya saya dan temen-teman memutuskan untuk mampir di warung makan tersebut. Bebek Goreng Yogi menyajikan sajian seperti prasmanan, kami mengambil dan memilih sendiri nasi apa yang akan kami makan. Seperti nasi putih atau nasi uduk, jenis masakan bebek apa yang akan kami makan semuanya disajikan masih dalam kondisi hangat, serta bebasnya mengambil lalapan juga diperbolehkan di warung makan tersebut. Tetapi, hati-hati dengan sambal mereka, wuihhh... pedas sekali!!Satu porsi per orang (nasi + bebek goreng) dikenai Rp12.500,- belum termasuk minum. Tetapi rasanya kurang puas kalau makan hanya nasi dengan bebek goreng aja. Biasanya saya suka menambahnya dengan sate ampela atau tahu goreng. Sate ampela dihargai Rp 4000 per tusuk sedangkan tahu Rp 2000 per potong. Yah memang sih kalau sekali makan bisa habis Rp 20.000,- per porsi sudah dengan minum dianggap rada mahal. Tetapi perlu diliat juga bahwa porsi bebeknya sangat besar, begitu juga dengan sate ampela atinya serta potongan tahu tempenya. Bagi mereka yang sedang lapar-laparnya saat makan siang harga tersebut rasanya sangat terjangkau. Bebek Goreng Yogi buka dari Senin - Minggu. Mengenai jam, saya kurang tau karena saya selalu datang pada saat makan siang.Sayang sekali Bebek Goreng Yogi belum membuka cabang, padahal mereka terkenal karena promosi mulut ke mulut. Berhubung sekarang sudah pindah kerja didaerah Mampang, wah alangkah senangnya kalau mereka membuka cabang didekat-dekat daerah ini. Pasti saya pelanggan pertama akan mampir untuk makan siang disana... (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN