Serabi Kalibeluk Khas Batang Ini Rasanya Gurih Manis, Tapi Kian Langka

Tim detikJateng - detikFood Sabtu, 26 Mar 2022 08:00 WIB
Serabi Kalibeluk khas Batang yang memiliki ukuran lebih besar dari serabi pada umumnya. Berdiameter sekitar 10 sentimeter dan memiliki citarasa gurih dan manis. Foto: dok. Pemprov Jateng
Solo -

Selain serabi Solo yang sudah umum dikenal, di Desa Kalibeluk ada serabi versi lain yang tak kalah nikmat. Serabi Kalibeluk ini banyak disukai, namun sayang penjualnya kian langka.

Desa Kalibeluk yang ada di dekat exit Tol Warungasem Batang memiliki kuliner khas berupa serabi. Tampilannya seperti serabi Solo biasa, namun sedikit lebih besar.

Mengutip visitjawatengah.jatengprov.go.id, Kamis (24/3/2022), serabi ini berdiameter sekitar 10 centimeter. Serabi ini juga terkenal dengan kenikmatan rasanya yang gurih manis.

Teksturnya berongga dan berbentuk setengah lingkaran. Penyajian serabi Kalibeluk ini biasanya sepasang atau satu tangkup yang berisi dua loyang serabi.

Serabi ini memiliki dua varian yaitu original dengan rasa santan gurih, dan rasa manis yang sudah ditambah gula merah atau gula aren. Satu porsi serabi ini dijual seharga Rp 13 ribu.

Baca Juga: Gurihnya Turuk Bintul Jajanan Bernama Jorok Khas Jepara

Proses pembuatan serabi Kalibeluk masih menggunakan cara tradisional yang membuat citarasa khasnya terjaga. Pertama, beras ditumbuk hingga menjadi tepung yang halus. Kemudian dicampur kelapa parut dan air untuk membuat adonan yang kental.

Serabi Kalibeluk khas Batang yang memiliki ukuran lebih besar dari serabi pada umumnya. Berdiameter sekitar 10 sentimeter dan memiliki citarasa gurih dan manis.Serabi Kalibeluk khas Batang yang memiliki ukuran lebih besar dari serabi pada umumnya. Berdiameter sekitar 10 sentimeter dan memiliki citarasa gurih dan manis. Foto: dok. Pemprov Jateng

Peralatan yang digunakan untuk memasak pun masih menggunakan alat manual berupa tungku kayu. Serabi dicetak menggunakan cobek dari tanah liat dan kemudian dimasak hingga matang.

Serabi Kalibeluk biasanya dijajakan di rumah-rumah penduduk Kalibeluk, Warungasem mulai pukul 06.30 WIB. Jika kesiangan, panganan ini bisa ditemui di area Pasar Warungasem.

Namun kini hanya segelintir pedagang yang menjual jajanan ini. Hal inilah yang membuat panganan ini cukup langka.

Pemerintah Kabupaten Batang pun berupaya untuk mempopulerkan serabi Kalibeluk lewat beberapa event-event yang digelar. Untuk memikat kaum muda, serabi ini kini disajikan dengan aneka topping seperti keju hingga meses.

Baca Juga: Gurih dan Manisnya Serabi Kalibeluk Khas Batang



Simak Video "Mengenal Kicak Mbah Wono, Kuliner Khas Ramadan Kampung Kauman"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com