Sate 29 Semarang

Sate 29 Semarang

- detikFood
Rabu, 19 Okt 2005 13:29 WIB
Jakarta - Nama: Edi WinartoEmail: ediwinarto@xxxxx.comAlamat: TPILokasi Bersantap: Sate 29 - SemarangJika Anda kebetulan berkunjung ke kota Semarang, rasanya kurang afdol jika Anda tidak mencicipi menu khas sate dan balungan atau tulang kambing di rumah makan Sate 29. Lokasi rumah makan ini ada dua, pertama berlokasi di Jalan Teuku Umar depan kantor BRI, arah menuju Banyumanik sebelum bukit gombel, Semarang Selatan. Satunya lagi di jalan Jenderal Soeprapto depan Gereja Bledug.Rumah makan ini sangat terkenal di lingkungan warga Semarang. Yang menarik dari menu yang disajikan adalah rasanya. Anda akan disuguhi pilihan menu yang semuanya menggunakan bahan baku daging kambing muda. Anda dapat memilih sate daging tanpa lemak, atau sate campur, yakni daging campur empedu, jantung, dan ginjal kambing. Belum lagi menu balungan dan sumsum. Yang membuat lidah kita manja adalah bumbu masakannya yang tidak ada di daerah lain. Seperti menu balungan dengan rasa kuahnya yang khas karena terdapat sejumlah bumbu menarik seperti jahe dan kunyit. Jadi sama sekali tidak berbau amis.Apalagi Anda ingin mencoba menu sumsum maka Anda akan disuguhi sumsum dalam tulang yang direbus dengan bumbu serta kuah yang lezat. Kuahnya mengandung sari dari rebusan tulang dan sumsum sehingga tercipta cita rasa yang akan membuat anda ketagihan untuk melahapnya. Siang itu kebetulan kami sedang berbisnis di Semarang, sudah menjadi tradisi pasti mampir di RM sate 29. Memang dalam usia paruh baya, mengkonsumsi daging kambing harus dihentikan. Tapi jika hanya sesekali saja dan tidak dalam jumlah banyak masih bisa ditolerir.Meski sederhana, Warung sate ini cukup tersohor di kota Semarang sejak dahulu. Usaha ini dirintis oleh keluarga secara turun temurun. Terletak di samping kantor Telkom-Semarang, warung berukuran 6 x 12 ini setiap siang hari terlihat ramai dikunjungi oleh warga Semarang yang ingin bersantap siang. Racikan bumbu kuah balungan dan sumsum yang khas membuat kita merasakan aroma dan rasa yang lain dibandingkan sop kambing ala Tanah Abang atau gulai kuali ala Solo.Demikian pula dengan menu Sate. Setelah Anda pesan, maka sate akan dibakar dengan tusukan, namun ketika disajikan dalam piring, tusukan dilepas. Dengan bumbu kecap, bawang merah dan sambal plus daun jeruk diiris tipis, aromanya... wuah mengundang selera untuk menyantapnya. Sate ini ada dua versi. Pertama versi daging yang tidak dicampur gajih (lemak) dan satu lagi sate campur yang dicampur dengan jeroan, jantung dan ginjal kambing. Satu porsinya cukup banyak untuk dimakan berdua. Dalam satu mangkuk besar di depan meja maka Anda akan disuguhi tulang dalam jumlah yang cukup mengenyangkan. Inilah salah satu ciri khasnya.Aroma harum bumbu menebar saat kami mulai menyantap sop balungan. Daging yang menempel di tulang dan sumsum kambing terasa sangat lembut, empuk, dan pas dengan kuah yang tak terlalu berat rasa bumbunya. Setelah masuk ke tenggorokan, barulah terasa pedas panas merica dan jahe serta rempah lainnya dalam kandungan bumbunya. Menu ini paling sedap dijadikan lauk dari nasi putih yang disajikan bersama. Menurut pemilik rumah makan, rahasia kuah yang enak terletak pada rebusan tulang yang mengeluarkan sumsum. Pantas saja rumah makan sate ini tak pernah kehabisan penggemar. Rumah makan ini buka dari jam 09.00 - 19.00 wib. Untuk menambah kenikmatan di meja juga dihidangkan kerupuk melinjo, rempeyek dan kerupuk kulit. Tak terasa butiran keringatpun mulai berlelehan di dahi. Untuk harga, satu porsi sate lengkap baik sate daging atau sate campur seharga Rp 20.000,00. Sedangkan balungan dan sumsum harganya Rp 12.000,00 dan Rp 2.000,00 untuk tiap porsi nasi. Untuk minumannya disediakan es teh manis, es jeruk, es jus buah dan es kelapa muda. (ely/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads