Sedapnya Sop Warisan Kolonial dari Magelang

Sedapnya Sop Warisan Kolonial dari Magelang

- detikFood
Senin, 18 Okt 2010 15:42 WIB
Magelang - Nama Pengirim: Anggie Phrarastri
Email: kupu2adys[at]xxx.com

Konon hidangan unik yang satu ini mendapat pengaruh dari Kolonial Belanda. Yang menjadi ciri khas sop senerek adalah campuran kacang merah. Nah, kalau jalan-jalan ke kota Magelang pastinya sop senerek sayang untuk dilewatkan!

Liburan sekolah kemarin, kebetulan kami melakukan 'Tour De Java' mulai dari Magelang, Jogja, dan Solo. Maklum kelamaan di ibukota membuat kami rindu akan pulang ke kampung halaman sambari bernostalgia waktu kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perjalanan ke kota yang berhawa sejuk itu, kami tak lupa mampir ke "Warung Makan Pak Parto” di kawasan terminal lama Magelang. Diterpa angin segar pagi hari dan udara sejuk, pastinya makanan yang hangat menjadi pilihan yang tepat. Baru saja kami mau parkir, deretan mobil sudah berjejer dan terlihat beberapa orang antri diluar. Wah saingan banyak nih!

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kami bisa menempati tempat duduk. Langsung saja kami memesan menu andalan yaitu sop senerek atau yang juga sering disebut sop kacang merah yang merupakan khas Magelang. Kebetulan di rumah kami menu yang satu ini menjadi salah satu sayur favorit keluarga.Β 

Sop senerek merupakan makanan khas Magelang yang konon merupakan warisan jaman Kolinial. Isinya seperti sop biasa yaitu potongan daging sapi atau ayam, wortel, bayam, dan kacang merah yang menjadi ciri khasnya. Kami juga memesan pecel yang kata orang perlu dicoba juga. Sambil menunggu pesanan disajikan kami memperhatikan orang-orang yang datang memesan untuk dibawa pulang.

Meja di hadapan kami ditata macam-macam lauk pauk seperti perkedel daging, udang gimbal, bakwan jagung, peyek kacang, bacem tahu tempe, krupuk dan lain-lain. Nyam... nyam semuanya enak-enak! Pecelnya pun menyegarkan dengan rasa gurih pedas bumbunya.

Tak lama sop senerek datang dengan kepulan panas yang masih tersisa dari mangkuk. Mumpung masih panas kami buru-buru menyantapnya. Sop kacang merah ini terdiri dari potongan daging sapi, wortel, bayam, ditambah air kaldu daging yang hangat dan segar. Tak lupa sepiring nasi putih agar makin mengenyangkan. Rasa lada dan palanya yang melekat membuat perut makin terasa hangat. Porsinya sangat pas, ditambah cemilan lauk dan pecel wuih rasanya perut ini tak muat lagi.

Sop senerek menurut cerita mendapat pengaruh kuliner dari Kolonial Belanda. Senerek berasal dari penyebutan kata "snert" yang arti sebenarnya adalah masakan sop kacang polong (kacang polong disebut 'erwten'). Namun Sop Senerek di Magelang malah menggunakan kacang merah, mungkin agar sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Di Jakarta, kami belum pernah menjumpai penjual sop senerek ini. Sepertinya kami memang harus menunggu liburan lagi untuk merasakan sop senerek Pak Parto Magelang.

Warung Makan Pak Parto
Kawasan Terminal Lama Magelang
Buka: Pagi sampai malam
Harga Sop Senerek
: Rp 10,000/porsi

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads