Kesetrum Sambal Begor Yogi

Kesetrum Sambal Begor Yogi

- detikFood
Selasa, 09 Des 2008 12:03 WIB
Jakarta - Begor yang satu ini memang sedang digandrungi banyak orang. Saya justru 'kesengsem' dengan sengatan sambal begor ini. Tiga macam sambal bisa dipesan sekaligus buat menyantap begor yang gurih. Dijamin keringat mengucur lantaran sengatan sang cabai. Huah..huah..berani coba?
Nama : Vania Pradipta
Email : vania_pradipta[at]yahoo.com
Alamat : Mutiara Kedoya E2/2


Saya ingat menyantap Bebek Goreng Yogi untuk pertama kalinya tahun 2007. Karena penasaran oleh ramainya parkir di sekitar Jalan Panjang, saya dan beberapa teman memutuskan untuk mampir dan mencicipinya.

Wah..rasanya benar-benar maknyus! Saya mencoba bebek lada hitam dan mengambil kombinasi bumbu bebek lainnya, dan bisa dikatakan saya terus terkenang dengan rasa sambalnya yang sangat 'nonjok'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya karena macet dan cukup jauh dari rumah, saya tidak pernah makan di Bebek Yogi lagi, sampai suatu ketika saya mampir ke rumah temanΒ  di Permata Buana dan melihat spanduk Bebek Goreng Yogi. Segera saja saya mampir.

Wah...ternyata di cabang ini, pengunjung tidak mengambil dan memilih bebeknya sendiri, melainkan memesan lebih dulu. Sudah tentu, bebek yang dinikmati masih panas dan sangat garing. Saya dan teman saya memesan 1 nasi uduk, 2 bebek rica-rica, dan 2 tahu.

Ketika datang, wah... warna merah cabainya benar-benar menggiurkan. Cabai merah dalam jumlah besar ditata diatas sepotong bebek yang juga tak kalah besar. Ketika saya mencicipi cabainya, wuih... benar-benar nendang! Pedas, tapi juga asin sehingga terasa seperti masakan cabai garam di restoran chinese. Tapi, pedasnya sedikit lebih kasar.

Saya mengintip dua tempat sambal yang ada di meja. Yang satu sambal mangga. Saya tidak suka mangga, tapi menurut teman saya sambal mangganya sangat segar, apalagi dimakan ketika sedang kepedasan. Ini dia nih, sambal yang bikin merem melek. Saya mengamatinya dan melihat bahwa biji cabainya sangat banyak.

Kalau sambal bebek tadi terbuat dari cabai merah, ini tentunya dari cabai rawit. Ketika saya mencoba memakannya dengan lalap, waaahhh... pedas sekali! Benar-benar nendang. Saya yang lagi setengah terkantuk-kantuk langsung terbangun. Segera sambal itu saya campur dengan kecap manis supaya rasanya lebih bersahabat.

Kembali ke bebek, ternyata bebek yang ukurannya besar itu renyah hingga ke bagian dalamnya. Kebetulan saya mendapatkan bagian yang tidak begitu berlemak. Bebek yang dimakan dengan cabai merah ternyata cukup menguras keringat saya. Setengah porsi nasi uduk terasa kurang bisa menetralisir rasa pedas di lidah.

Yang unik adalah kita bisa meminta bumbu bebek jenis lainnya. Bebek cabe ijo, bebek bakar, bebek rica-rica. Saya mengetahuinya ketika melihat pelanggan di sebelah meja saya memesan bebek krispi (sehingga mirip bebek bengil) dengan tiga macam bumbu. Enak juga, beli satu bebek, tapi tiga rasa.

Semua jenis bebek dihargai Rp 15.000 per potong, nasi putih Rp 2.000, nasi uduk Rp 4.000, tahu Rp 1.000. Hanya dengan uang Rp 40.000an untuk berdua, mata melek, pikiran segar, perut kenyang.

Bebek Goreng Yogi
Jl. Raya Panjang No. 4
Kebon Jeruk
Jakarta Barat
Telp: (021) 532 5462 / 0815 86796868


(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads