Email: Boyzami.jr[at]gmail.com
Alamat: Blang Bintang, Aceh Besar
Pada malam bulan Ramadhan lalu, di tiap-tiap masjid atau meunasah (surau) selalu diadakan shalat taraweh. Sayapun tak ketinggalan melaksanakan shalat taraweh seperti kaum muslimin lainnya.
Pada suatu malam tepatnya malam ke-10 di bulan Ramadhan habis shalat tarawih, saya ingin sekali makan mie kepiting cek baka. Lalu saya dan ketiga teman saya Ijal, Edi dan Adi sepakat makan mie kepiting cek baka tersebut di kota Banda Aceh yang jaraknya dari desa saya (Bung Sidom, Blang Bintang) sekitar 15 km. Kami rela pergi sejauh itu pada malam hari demi menikmati mie kepiting cek baka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di warung Mie Cek Baka ini memang khusus menyediakan mie kepiting dan aneka minuman sebagai teman bersantap mie. Ada teh hangat, teh dingin, aneka sirup dan jus buah-buahan. Kami langsung memesan mie kepiting yang harganya sangat terjangkau yakni Rp 8.000,00 per porsi dan jus Rp 5.000,00.
Kira-kira 15 menit kami ngobrol, datanglah mie yang kami tunggu-tunggu. Mie kepiting ini berupa mie goreng basah yang dimasak memakai kepiting. Setelah hidangan selesai di hidangkan kami langsung menyerbu dengan lahapnya.
Dalam sepiring mie kepiting tersebut ditaruhnya kepiting yang telah dimasak dengan mie dan kepitingnya telah dibelah menjadi dua. Disamping itu juga ada piring kecil pendampingnya yang berisi emping atau kerupuk, bawang acar, jeruk nipis dan mentimun sebanyak 5 iris.
Jeruk nipis yang gunanya untuk menambah rasanya dan juga acarnya. Kerupuk atau emping sebagai penambah kriuk-kriuk saat kita menikmati mienya, mentimun sebagai pencuci mulut tahap akhir. Diantara kami ada yang makan mie dengan kepiting bersamaan tapi saya makan mie duluan dan kepitingnya saya makan setelah mienya saya habiskan.
Kepiting yang di taruh dalam satu piring dengan mie itu telah di potong jadi dua, tetapi makannya tidak disediakan alat penjepit khusus untuk memecahkan cangkang kepiting yang tersaji. Jadi gigi kitalah yang jadi solusinya plus tangan tanpa menggunakan sendok dan garpu, bagi saya disinilah nikmatnya, yakni saat makan kepiting di akhir makan mie. Aduhhh enaknya...
Pengalaman yang sangat membuat saya malu adalah pada saat saya sedang asyiknya menikmati kepiting. Tanpa disengaja waktu saya gigit kaki penjepit kepiting, trakk.. langsung saja sisa mie yang ada pada kaki kepiting itu terbang dan menempel dipipi, kawan-kawanpun pada ketawa semua meliat mie yang nempel di pipi saya, jadi malu rasanya..
Setelah selesai makan mie kepiting tersebut kami cuci tangan dengan air dan tisu yang sudah disediakan di meja. Suasana sejuknya udara malam jadi hangat setelah menikmati sepiring mie kepiting cek baka tersebut. Setelah santai sejenak kami pun pulang. Kenyang dan nikmatnya mie kepiting yang saya makan bersama teman-teman tadi masih terasa sampai sahur.
Nah, jika para pembaca pergi ke Banda Aceh, coba nikmati sendiri nikmatnya Mie Aceh khususnya Mie Kepiting Cek Baka. Warung Mie Cek Baka tersebut buka pukul 10.00 - 02.00 pagi. Khusus di bulan Ramadhan buka mulai pukul 17.00 sampai pukul 02.00.
Mie Kepiting Cek Baka
Simpang Surabaya, Banda Aceh
Jam Buka: 10.00 - 02.00
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN