Duel 3 Martabak Cokelat Kacang Klasik, Mana Paling Enak Legit?

Devi Setya - detikFood Rabu, 06 Nov 2019 17:45 WIB
Foto: Devi S. Lestari/detikFood Foto: Devi S. Lestari/detikFood
Jakarta - Martabak manis sudah jadi jajanan legendaris di Indonesia. Ada beberapa gerai martabak yang sudah eksis sejak puluhan tahun lalu. Bagaimana rasanya?

Rasa martabak manis klasik tampaknya tak lekang oleh waktu. Paduan cokelat dan kacang tanah hingga kini masih jadi varian yang paling favorit. Martabak cokelat kacang bahkan tak bisa dikalahkan dengan martabak-martabak kekinian yang hadir dalam versi modern.

Khusus di Jakarta, ada beberapa gerai martabak cokelat kacang klasik yang legendaris karena rasa legit enaknya. Apalagi adonan martabaknya empuk mentul dan juga harum aromanya.

Bingung menentukan mana martabak cokelat kacang klasik yang paling mantap? DetikFood menjajal rasa tiga martabak cokelat kacang dari tiga gerai martabak klasik yang ada di Jakarta.
3 Martabak Cokelat Kacang Klasik, Mana yang Paling Enak Legit?Foto: Devi S. Lestari/detikFood

Ada Martabak Pecenongan 65 A yang sudah eksis sejak 1970, Martabak AA sejak 1981 dan Martabak Bandung Raya yang juga sudah dikenal sejak 1981. Kami meminta tiga panelis untuk menilai rasa dan tekstur martabak ini. Panelis ini bernama Riska, Daniel dan Puti yang merupakan pencinta martabak manis.

Ketiga penelis tidak tahu martabak merek apa yang dicicip karena kami menyajikan tanpa menunjukkan mereknya. Sebelum dicicip mari lebih dulu membandingkan harga dan cara pengemasannya.

Pertama ada martabak cokelat kacang dari Martabak Pecenongan 65A (Rp 100.000). Martabak ini hadir dengan tampilan sederhana tapi tampak rapi. Adonan martabak terlihat berserat dan bagian isinya juga tampak tebal tapi tak berantakan.
3 Martabak Cokelat Kacang Klasik, Mana yang Paling Enak Legit?Foto: Devi S. Lestari/detikFood

Selanjutnya ada martabak cokelat kacang dari Martabak AA (Rp 73.000) yang hadir dengan bentuk potongan besar. Martabak ini tampak basah dengan lumuran minyak yang terlihat pada bagian dasar martabak. Warna permukaan martabak cenderung lebih terang dengan isian yang tak kalah berlimpah.

Terakhir ada martabak cokelat kacang dari Martabak Bandung Raya (Rp 98.000). Untuk martabak yang satu ini terlihat lebih besar. Isiannya juga bukan hanya cokelat dan kacang, melainkan ada tambahan wijen putihnya.

Ketiga panelis antusias melihat tampilan martabak yang klasik tapi menggoda. Apalagi aroma martabak yang menguar juga ikut mengundang selera. Ya, aroma mentega wisman dari martabak manis ini memang tercium kuat.

Puti yang memang doyan martabak cokelat kacang mengatakan martabak Pecenongan 65 A punya tekstur yang lembut dan enak. Sementara isiannya juga berlimpah dengan rasa cokelat yang lezat. Kacang pada martabak ini terkesan halus karena dalam bentuk bubuk.
3 Martabak Cokelat Kacang Klasik, Mana yang Paling Enak Legit?Foto: Devi S. Lestari/detikFood

"Ini enak, cokelatnya banyak tapi manisnya enggak bikin eneg," kata Puti.

Sementara Daniel dan Riska setuju dengan pendapat Puti yang mengatakan martabak ini enak dengan isian berlimpah namun manisnya tidak 'lebay' dan bikin eneg. Martabak Pecenongan 65 A juga dianggap kering dan tidak berminyak.

Selanjutnya ada Martabak AA yang hadir dengan adonan cenderung basah oleh minyak. Isian cokelat dan kacang yang berlimpah dianggap lezat oleh Riska. Ia menilai potongan kacang yang dicincang besar membuat martabak jadi lebih enak.

"Aku suka sama kacang yang gede-gede gini ya, jadi berasa garing pas dikunyah," kata Riska.

Sementara Daniel menilai martabak AA ini agak mengganggu karena terlalu berminyak. Kendati demikian, pria yang juga foodies ini menganggap martabak klasik ini sebagai yang autentik. "Oily sih, minyaknya banyak tapi enak. Potongannya gede juga jadi makan satu potong juga cukup," ujar Daniel.

Untuk martabak ketiga yakni Martabak Bandung Raya, Puti menilai martabak ini punya adonan yang kurang enak karena terasa agak bantat. Rasa martabak juga dinilai agak aneh karena tercecap after taste yang kurang enak di lidah.

"Mungkin karena ini pakai wijen jadi rasanya agak berbeda. Sebenarnya kalau dilihat seratnya ini banyak tapi seperti kurang diaduk adonannya," beber Puti.

Daniel juga mengaku suka wijen tapi untuk martabak yang satu ini, ia menganggap wijen yang ditambahkan terlalu banyak sehingga rasanya jadi dominan. "Gue pribadi suka wijen tapi ini kayaknya kebanyakan deh jadi cokelat sama kacangnya agak kalah," ujar Daniel.

Sementara Riska menilai martabak ketiga ini kurang enak, lagi-lagi karena rasanya yang meninggalkan jejak mengganggu di lidah. Padahal martabak ini hadir dengan ukuran paling besar.

Dari ketiga merek martabak yang dicoba, para panelis memilih martabak favoritnya. "Dari tiga martabak ini, aku paling suka yang nomor 2 karena meskipun berminyak tapi tetap enak," ujar Puti.
3 Martabak Cokelat Kacang Klasik, Mana yang Paling Enak Legit?Foto: Devi S. Lestari/detikFood

Daniel pun memilih martabak nomor 2 yang mampu mengelus lidahnya dengan cokelat berlimpah dan kacang yang renyah. Menurutnya, cokelat yang digunakan ini tidak terlalu manis sehingga pas jadi teman minum teh sore tanpa membuat eneg.

Lain dengan Riska yang memilih martabak terenak yakni martabak pertama. Kesan clean pada martabak cokelat kacang ini dianggapnya jadi yang paling enak.

Kesimpulannya, dari tiga orang yang mencicip martabak ini, ada dua orang yang memilih Martabak AA dan satu orang memilih Martabak Pecenongan 65A. Soal selera memang tak bisa dipaksa, mungkin ada martabak cokelat kacang yang lebih enak dalam versi Anda?


Martabak Pecenongan
Pecenongan St. No 65A
Kebon Kelapa, Gambir
Jakarta Pusat
Telepon : 087886032234

Martabak AA
Jl. Minangkabau No. 29A, Pasar Manggis
Setiabudi, Jakarta

Martabak Bandung Raya
Jl. RS. Fatmawati No. 22
Cipete Selatan
Cilandak, Jakarta Selatan
Telepon (021) 7661666

Simak Video "Menjajal Martabak Klasik, Sudah Ada Sejak 1981!"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)