Rendang Nenek, Kenikmatan Rendang yang Dimasak Selama 8 Jam

Nabilla Putri - detikFood Rabu, 08 Mei 2019 12:04 WIB
Foto: Rendang Nenek Foto: Rendang Nenek
Jakarta - Rendang, menu yang sudah begitu lekat di masyarakat Indonesia. Biasa disajikan di berbagai kesempatan termasuk untuk sahur atau berbuka puasa. Namun untuk membuat rendang yang benar-benar enak tidaklah mudah, dapat memakan waktu 6 jam hingga 8 jam. Belum lagi daya tahannya yang hanya hitungan hari menyebabkan rendang sulit untuk dijadikan stok di rumah selama bulan puasa atau untuk dibawa berlibur.

Nah, Rendang Nenek menyediakan rendang yang dikemas sedemikian rupa sehingga tidak perlu lagi susah-susah untuk memasak rendang. Hanya cukup memanaskannya sebentar di atas penggorengan tanpa minyak dengan api kecil, dan rendang pun tersaji di meja anda. Praktis bukan?

Bukan hanya soal kepraktisannya saja, rendang dari Rendang Nenek ini enak dengan cita rasa yang berbeda dengan rendang yang biasa kita temui di sekitar Jakarta, Bandung, atau kota lainnya di luar Sumatera Barat. Pengolahannya yang memakan waktu sampai 8 jam membuat tekstur rendang ini menjadi lebih kering dan berwarna coklat gelap.

Rendang Nenek, Kenikmatan Rendang yang Dimasak Selama 8 Jam Foto: Rendang Daging


Bumbu rempahnya bercampur dengan baik dan meresap jauh ke dalam daging karena proses pengolahannya yang berjam-jam tadi. Saat rendang ini dikunyah di dalam mulut bumbunya akan terasa di setiap gigitannya, tidak hanya terasa di permukaan daging tapi terasa hingga ke dalamnya.

Bumbu rendangnya juga terasa pas sekali ketika diaduk dengan nasi panas, tidak terlalu berlimpah dan tidak terlalu sedikit. Sehingga ketika rendang ini bercampur bersama nasi panas dan bumbunya, semua terasa berpadu dengan baik. Rendang dari Rendang Nenek ini memang berbeda, hasil resep turun temurun dari sang nenek yang berasal dari daerah Maninjau, Sumatera Barat.

Rendang Nenek menyediakan rendang kemasan dalam berbagai ukuran, ada yang 100 gr atau sekitar 2 potong daging, 220 gr atau sekitar 5 potong daging, dan 440 gr atau sekitar 10 potong daging. Tersedia juga dalam tiga tingkat kepedasan yaitu, tidak pedas, sedang dan pedas.

Jika belum dibuka kemasannya, rendang ini bisa bertahan sampai 6 bulan lebih tanpa bahan pengawet. Proses sterilisasi dan pengemasan yang baik membuat rendang ini dapat bertahan lama sehingga cocok untuk dijadikan stok atau dibawa saat berlibur. Tapi tidak semua varian memiliki kedaluwarsa yang lama hanya daging dan ayam suwir saja, sementara yang lainnya hanya 1 bulan.

Selain rendang daging, Rendang Nenek juga menyediakan banyak pilihan rendang lain, seperti rendang paru, rendang ayam suwir, rendang limpa, rendang hati sapi, rendang jamur dan bahkan rendang jengkol. Soal rasa, semuanya enak dan layak dicoba.

Rendang Nenek, Kenikmatan Rendang yang Dimasak Selama 8 Jam Foto: Rendang Ayam

Misalnya rendang ayam suwir yang ternyata berbeda rasanya dengan rendang ayam utuh. Bumbu rempahnya jadi lebih terasa apalagi jika suwiran ayamnya diaduk dengan nasi panas. Rendang parunya tidak garing tapi juga tidak terlalu basah dengan bumbu rendangnya yang berpadu dengan baik. Bagi yang vegetarian tapi ingin makan rendang, anda bisa mencoba rendang jamur yang terbuat dari jamur tiram.

Nah di bulan puasa seperti sekarang ini tentu cocok sekali bila sahur atau berbuka dengan rendang dari Rendang Nenek. Selain praktis, rasanya juga enak, pedasnya yang bisa disesuaikan selera dan bisa disimpan untuk stok selama bulan Ramadhan ini.

Rendang Nenek, Kenikmatan Rendang yang Dimasak Selama 8 Jam Foto: Rendang Paru

Untuk mendapatkan Rendang Nenek ternyata tidak sulit, anda cukup menghubungi melalui WhatsApp ke nomor 08122311599. Untuk informasi lebih lengkap bisa dilihat di www.rendangnenek.com atau Instagram @rendangnenekofficial. Rendang Nenek juga bisa dipesan juga melalui Tokopedia, Buka Lapak, Shoope (varian terbatas). (mul/mpr)