Apakah Telur Setengah Matang Aman untuk Diberikan pada Anak?

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 20 Mar 2018 11:40 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Telur dengan kuning telur setengah matang atau masih encer memang lezat. Tapi kuning telur ini tak dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak.

Telur memang berisiko membawa penyakit. Ini karena telur terutama kuningnya bisa membawa bakteri Salmonella. Satu-satunya cara untuk membunuh bakteri dalam makanan adalah dengan memasaknya hingga benar-benar matang. Telur adalah salah satu makanan yang sebenarnya harus diolah hingga matang.
Apakah Telur Setengah Matang Aman untuk Diberikan pada Anak?Foto: iStock
Baca Juga: Telur Mentah Lebih Bergizi dari Telur Matang, Apa Benar?

Dikutip dari Kitchn (18/03), Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), menyatakan bahwa telur yang dimasak setengah matang tidak aman untuk dikonsumsi anak-anak. Tidak hanya anak-anak, USDA juga menyarankan agar semua orang memasak telur hingga matang, sampai bagian putih dan kuning telur mengeras.

Baca Juga: Mau Telur Rebus Matang atau Setengah Matang?

Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti Salmonella. Bakteri ini rentan menyerang wanita hamil, orang tua, orang yang sakit, dan tentunya anak-anak.
Apakah Telur Setengah Matang Aman untuk Diberikan pada Anak?Foto: Istimewa
"Saya tahu telur setengah matang tengah menjadi tren, tapi hindari memberikan telur setengah matang kepada anak-anak. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, anak-anak di bawah usia 5 tahun memiliki risiko terserang salmonella lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya. Terutama untuk bayi, karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang," ungkap Sally Kuzemchak, ahli diet dari Real Mom Nutrition.

Telur setengah matang umumnya disukai anak-anak karena teksturnya yang lembut dan mudah dikunyah.
Apakah Telur Setengah Matang Aman untuk Diberikan pada Anak?Foto: Getty Images
"Tidak perlu bingung, Anda bisa memperkenalkan olahan telur yang lain kepadaanak-anak," ungkap Meghan selaku Associate Food Editor. Menurutnya telur goreng cukup bagus untuk anak-anak berusia diatas 3 tahun, sementara telur rebus yang dihaluskan cocok untuk bayi dan balita.

Setelah usia 5 tahun, risiko ini mulai menurun karena anak-anak secara alami mulai membangun sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Pada masa ini, Sally merekomendasikan untuk mencari telur yang telah dipasteurisasi, yaitu telur yang telah dipanaskan untuk mengurangi kemungkinan adanya bakteri salmonella. (sob/odi)