Anak-anak cenderung pemilih terhadap makanannya. Ada yang lebih menyukai gorengan atau makanan manis dibanding sayuran dan buah. Padahal mereka perlu mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi. Ahli gizi Australia, Lyndi Cohen, berbagi beberapa tips dalam mengolah bekal anak seperti dilansir dari Good Food (31/01).
5. Minuman
|
Foto: iStock
|
"Jus buah bukanlah pilihan terbaik, karena mengikis serat dan tinggi gula. Susu merupakan pilihan yang lebih baik. Ada kalsium, protein dan gula sehat dari laktosa," ujarnya.
6. Tampilan
|
Foto: iStock
|
Sementara untuk buah-buahan, coba potong-potong lalu susun dengan menarik agar anak mau mengonsumsinya. "Pisang perlu ditempatkan dalam wadah. Jika pisang sudah lumat karena tergencet, anak tentu tak tertarik makan," ungkap Cohen.
Hal serupa juga berlaku pada sandwich. Ia menyarankan penggunaan kotak makan khusus dengan sekat untuk sandwich. Supaya tidak tertekan atau lembab.
7. Libatkan anak
|
Foto: iStock
|
"Jika anak-anak membantu membuatnya, mereka akan lebih tertarik mengonsumsi makanan tersebut," sebutnya.
Anak juga bisa ikut mendekorasi bekal. Sehingga lebih senang menyantapnya di sekolah.
8. Tanya mengenai makanan
|
Foto: iStock
|
Sebaiknya tanya anak makanan apa yang mereka tidak sukai. Bisa juga tanyakan rasa bekalnya apa terlalu manis atau asin agar lebih spesifik. Karena jika ditanya mengenai jenis makanan saja, belum tentu mereka akan menjawab.
"Anda juga bisa menanyakan apakah seseorang di kelas punya bekal enak dan tanya apa yang ada didalamnya. Atau ajak mereka ke supermarket untuk memilih camilan atau buah untuk bekalnya. Dengan rasa kepemilikan dan kontrol bisa membantu mereka merasa lebih terlibat," tambah Cohen.
Halaman 2 dari 5

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN