Konsumsi Fast Food Bisa Sebabkan Osteoporosis Dini pada Anak

- detikFood Kamis, 15 Okt 2015 12:57 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Selain memicu ​kegemukan ​dan​ penyakit degene​ratif​​, konsumsi fast food pada anak juga berpengaruh pada kesehatan tulang. ​​​​Perkembangan dan kepadatan tulang anak terganggu.

Dalam Journal Osteoporosis International ​disebutkan ​bahwa adanya outlet makan cepat saji yang ada di​ ​sekitar lingkungan rumah dapat mengganggu pertumbuhan dan kepadatan tulang pada anak dalam jangka panjang. Apalagi saat ini akses untuk mendapatkan makanan cepat saji ini caranya sangat mudah.



Dikutip dari Medical News Today (14/10) penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisisi untuk menyelidiki hubungan antara makanan cepat saji dan massa tulang pada anak dalam usia ​6 ​tahun. ​P​enelitian membandingkan antara kepadatan mineral tulang dan komposisi mineral tulang yang dilakukan​ ​pada lebih dari 1.107 anak yang baru lahir​. K​emudian dilakukan kembali pada anak yang sama pada saat usia 4 hingga 6 tahun.

Berbeda dengan outlet fast food, outlet makanan sehat seperti buah dan sayuran segar yang banyak di​ ​sekitar lingkungan rumah justru dapat membantu menjaga dan menaikkan angka kepadatan mineral tulang pada anak usia 4 hingga 6 tahun.

Menurut coauthor Cyrus Cooper, seorang professor rheumatology ​dan​ director of the medical research life unit course epidemiology, temuan dari analisis ini menunjukkan bahwa ibu dan anak terkena dampak ​positif ​dari lingkungan ​​makanan yang lebih sehat​. Mereka​ dapat mengoptimalkan perkembangan tulang anak usia 4 hingga 6 tahun melalui pengaruh dari kualitas makanan yang dikonsumsi.



Cyrus menjelaskan temuan ini dikonfirmasi berdasarkan hasil penelitian yang lebih luas​. Disebutkan​ bahwa dengan memperhatikan​ ​kualitas makanan yang ada di​ ​lingkungan bisa bermanfaat bagi perkembangan tulang anak-anak.

Penelitian menunjukkan bahwa diet seimbang yang ​cukup​ buah-buahan, sayuran, protein, kalsium dan vitamin D dapat membantu menjaga perkembangan tulang tetap sehat. Menurut sebuah laporan 2014 dari American Academy of Pediatrics, massa tulang yang tetap terjaga kepadatan mineralnya dalam jumlah cukup menjadi awal penentu kesehatan tulang seumur hidup.

(msa/odi)