Keluarga Mampu di Amerika Andalkan 'Fast Food' untuk Asupan Nutrisi

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Sabtu, 19 Sep 2015 10:28 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pola makan anak di Amerika terbilang buruk. Sepertiga anak mendapat asupan kalori harian dari konsumsi fast food.

Laporan terbaru Centers for Disease Control (CDC) dan Prevention's National Center for Health Statistics mengungkapkan 34 persen anak usia 2 hingga 19 tahun mengonsumsi fast food pada hari tertentu. Yang mengejutkan, pola makan tersebut tidak berhubungan dengan status ekonomi, ras, dan gender tertentu.


Peneliti melihat data yang dikumpulkan dari National Health and Nutrition Examination Survey tahun 2011-2012. Temuan survei menunjukkan rata-rata anak di Amerika memenuhi 12,4% kebutuhan kalori harian mereka dari konsumsi fast food.

Bila dulu fast food identik dengan makanan orang tak mampu, laporan CDC kini membuktikan sebaliknya. Faktanya, anak-anak dari keluarga mampu memenuhi hampir 13% kebutuhan kalori mereka dari konsumsi fast food. Pada anak dari keluarga tak mampu, angka tersebut mencapai 11,5%.


Anak yang mengonsumsi fast food memiliki asupan kalori berlebih hingga 300 kkal per sajian dibanding jika mereka makan makanan rumahan. Inilah sebabnya angka obesitas di kalangan anak Amerika melonjak empat kali lipat dalam 30 tahun terakhir.

Sementara itu, pertumbuhan gerai fast food seolah tak terkontrol. Porsi yang dihidangkan juga makin besar.

Terdapat beberapa cara untuk mengurangi keinginan anak makan junk food diantaranya memperkenalkan jenis makanan baru yang lebih sehat dan memasak bersama anak di rumah.

(lus/odi)