Benarkah Makanan Manis Membuat Anak Hiperaktif?

Benarkah Makanan Manis Membuat Anak Hiperaktif?

- detikFood
Rabu, 29 Jul 2015 16:53 WIB
Benarkah Makanan Manis Membuat Anak Hiperaktif?
Foto: Thinkstock
Jakarta - Memberikan makanan terbaik untuk anak bukanlah perkara mudah. Selain aspek nutrisi mitos yang dipercaya banyak orangtua juga masih berlaku di kalangan masyarakat.

Banyaknya mitos tentang makanan anak yang terus beredar sampai saat ini membuat beberapa hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan atau sebaliknya terus berlangsung. Meskipun tak ada fakta kesehatan. Seperti 5 mitos seputar makanan anak ini.

1. Makanan manis membuat anak jadi hiperaktif

Foto: Thinkstock
Beberapa studi menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara gula dengan hiperaktif. Para ahli meyakini anak-anak mungkin dapat berperilaku dengan cara yang tidak terkendali bukan karena gula namun justru karena faktor-faktor lain.

Seperti kurang tidur, pola makan yang buruk dengan zat besi yang tidak memadai atau aktivitas fisik yang lebih rendah. Berikan makanan sehat seperti biskuit gandum dan lainnya untuk memberikan nutrisi dan energi pada anak Anda.

2. Anak-anak lebih rewel saat makan

Foto: Thinkstock
Hal ini adalah sebuah kesalahpahaman. Karena studi menunjukkan bahwa lebih mudah untuk mendorong anak-anak untuk mencoba makanan baru daripada anak-anak yang berusia. Sebagian besar anak-anak belajar tentang preferensi makanan baru melalui pengulangan. Jadi, jangan menyerah pada anak Anda jika mereka tidak suka terhadap hidangan tertentu ketika mereka mencoba pertama kalinya.

3. Oatmeal adalah makanan terbaik untuk balita

Foto: Thinkstock
Meskipun oatmeal adalah makanan sehat yang mengandung banyak nutrisi namun makanan ini cocok dikonsumsi bagi orang dewasa. Memberikan oatmeal pada balita adalah bukan ide yang baik. Menurut ahli gizi klinis Dr Nupur Krishnan,Β  oats mengandung jumlah serat yang tinggi yang dapat membahayakan sistem pencernaan anak.

4. Anak prasekolah akan mengalami alergi makanan

Foto: Thinkstock
Menurut para ahli, sebagian besar anak-anak mengalamai alergi makanan ketika menginjak usia tiga tahun. Hal ini adalah hal yang umum dan bukan suatu masalah yang harus dibesar-besarkan.

Pada usia ini, anak-anak mungkin akan mengalami alergi terhadap kacang-kacangan. Cara terbaik untuk menghilangkan alergi ini adalah berkonsultasi dengan dokter anak yang mengenai alergi anak.

5. Selera makan anak berbeda dengan orang dewasa

Foto: Thinkstock
Sampai usia enam tahun, anak-anak akan terus mengembangkan preferensi terhadap makanan tertentu. Jangan hanya memberikan makanan manis atau hambar kepada anak Anda karena anak akan tumbuh dengan mengenali berbagai rasa makanan.

Dengan memberikan makanan yang beragam, anak akan mendapat variasi nutrisi dari makanan baru yang mereka santap. Hal ini juga berpengaruh pada perkembangan kebiasaan makan anak yang positif.Β 

Halaman 2 dari 6
(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads