Di Inggris, Guru Berhak Menyita Bekal Sekolah Murid yang Tak Sehat

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 02 Jul 2015 18:38 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kebiasaan membawa bekal ke sekolah tak selamanya baik, terutama jika menu yang dibawa adalah makanan yang tidak sehat. Di Inggris, pemerintah berencana memberikan wewenang pada guru untuk menyita bekal makanan tidak sehat yang dibawa para murid.

Seperti diberitakan The Telegraph (02/07/15), Lord Nash selaku Menteri Pendidikan Inggris mengatakan akan sangat bagus bila guru memiliki kebijakan menyita, menyimpan, atau membuang bekal makanan murid yang tidak sehat.

Nash mengingatkan agar guru dan orang tua dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan mengenai penyitaan bekal makanan tidak sehat ini. Ia menambahkan, kebijakan melarang beberapa produk makanan tertentu untuk mempromosikan kebiasaan makan sehat di sekolah juga bergantung pada petinggi di sekolah tersebut.

“Jika sekolah ingin menerapkan kebijakan tersebut, kami sangat menyarankan agar pihak sekolah berdiskusi dengan orang tua terlebih dahulu. Pastikan tiap kebijakan yang diadopsi sudah dibicarakan dengan jelas pada orang tua dan juga murid,” tutur Nash.

Ia mengatakan sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menjalankan kebijakan penyitaan bekal makanan tak sehat ini. “Ini akan menjadi praktik yang baik bagi murid saat mereka mengetahui adanya pemeriksaan tentang bekal tidak sehat,” ujar Nash.

Bulan lalu, para orang tua murid di Cherry Tree Primary School, Colchester marah karena pihak sekolah melarang murid membawa bekal scotch eggs dan peperami dengan alasan tidak sehat. Kedua makanan tersebut terbuat dari telur dan sosis yang sebenarnya cukup menyehatkan.

Kemarahan orang tua adalah sesuatu yang wajar karena sekolah ternyata menyediakan menu makanan yang jauh lebih tidak sehat dibandingkan scotch eggs dan peperami. Pihak sekolah masih menyediakan aneka dessert tinggi gula seperti flapjacks, cookies, dan mousse untuk makan siang murid.

Perdebatan mengenai kualitas makanan di sekolah tak lepas dari tren obesitas yang kian marak di Inggris. Data resmi menunjukkan 20 persen anak berusia 4 dan 5 tahun termasuk dalam kategori kelebihan berat badan.



(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com