Bekal Anak SD di Hong Kong 99% Kelebihan Garam Tetapi MInim Protein

Bekal Anak SD di Hong Kong 99% Kelebihan Garam Tetapi MInim Protein

- detikFood
Senin, 02 Feb 2015 14:02 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -
​Konsumsi garam pada anak kini jadi masalah serius. ​
Sebuah penelitian terbaru di Hong
​ ​
​K​
ong mengungkap
​ bahwa ​
siswa usia sekolah dasar mengonsumsi terlalu banyak garam dan kurang asupan serat
​. Makanan yang diteliti ​
dari bekal yang mereka konsumsi setiap hari.
The Centre for Health Protection
​ Hong Kong ​
menyimpulkan hasil tes dari 29 sekolah dasar
​. T​
es yang dilakukan pada Maret dan April 2013 tersebut mengambil 96 sampel bekal makanan dari siswa kelas satu hingga kelas tiga SD.
Sampel tersebut kemudian dibandingkan dengan penelitian serupa yang meneliti mengenai nutrisi yang sebelumnya dilakukan di tahun 2007.
Jumlah lemak yang
​ dikonsumsi​, ditemukan menurun sebanyak 35 persen, lemak jenuh dan sodium pun menurun sebanyak 28 persen dan 19 persen.
Meskipun jumlah kandungan sodium menurun, namun jumlah garam pada bekal makanan siswa cukup mengejutkan
​.​
​​
​Karena 99 persen diantaranya melebihi batas yang direkomendasikan untuk makanan. 
Menurut pedoman dari Departemen Kesehatan Hongkong, anak-anak hanya membutuhkan setengah sendok teh garam atau sekitar 1,000 mg asupan  garam per hari.
Sajian bekal di Indonesia sendiri seperti nasi dan chicken nuggets mengandung 1,722 mg garam.
"Masih ada kesempatan untuk mengubah asupan sodium harian meski hanya menurun 20 persen," ujar Dr Anne Fung Yu-kei, asisten direktur Departemen Kesehatan Hongkong bagian 
​promosi kesehatan.​
"Rempah-rempah bisa dijadikan bumbu untuk membantu mengurangi konsumsi garam." Tambahnya.
Dr. Samuel Yeung Tze-kiu, selaku principal medical officer dari Centre for Food Safety menambahkan, "Bumbu-bumbu seperti kedelai dan saus tiram adalah sumber utama konsumsi sodium berlebih."
​P​
ada sajian bekal mereka, asupan karbohidrat harian pun masih jauh dari tingkat normal. Meski dalam sampel yang diteliti banyak makanan yang dibuat dari olahan mie dan pasta, 68 persen diantaranya belum memenuhi tingkat rekomendasi karbohidrat harian yang harus dipenuhi sebagai sumber energi sehari-hari.  
Belum lagi kandungan serat yang juga buruk. Batas jumlah serat normal adalah sebanyak 1,6 gram. Namun banyak dari sampel bekal tersebut hanya mengandung serat sebanyak 1,3 gram atau mengalami penurunan hingga 19 persen. 
Sementara itu, 78 persen bekal ala vegetarian justru kekurangan asupan protein harian. Fung menyarankan agar menambahkan kacang-kacangan, olahan kedelai, dan telur untuk meningkatkan tingkat protein dalam tubuh. 
Agar anak-anak memperoleh nutrisi seimbang, bekal makanan harus disediakan menurut proporsi yang pas. 
"Rasio proporsi tepat untuk bekal makanan yang terdiri dari gandum, sayuran, dan daging adalah 3:2:1
​,​
"
​u​
jar Fung.  
Sebuah pertemuan dilaksanakan antara Departemen Kesehatan dengan para pemasok bekal makanan untuk membahas perubahan di bidang peningkatan nutrisi. 
Pedoman peningkatan nutrisi sebenarnya telah diluncurkan sejak tahun 2006. Fung mendesak agar para pemasok makanan bersedia mematuhi ketentuan ini. 
Pemerintah di Hongkong bulan ini akan meluncurkan kampanye untuk mengurangi garam dan gula dalam diet Hongkongers's. Sebuah komite khusus bahkan dibentuk, komite ini terdiri dari anggota dari berbagai sektor termasuk kesehatan, perdagangan pangan dan akademisi yang akan membahas isu-isu mengenai reduksi garam dan gula. 
(tan/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads