Ajak Si Kecil Memasak Bersama Agar Terhindar dari Obesitas Saat Dewasa

Ajak Si Kecil Memasak Bersama Agar Terhindar dari Obesitas Saat Dewasa

- detikFood
Senin, 01 Des 2014 12:59 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kelebihan berat badan pada anak-anak jumlahnya terus meningkat di dunia. Rupanya penyebabnya bukan hanya makanan yang dimakan tetapi juga perhatian orang tua yang makin minim.
​
The Centers For Disease Control and Prevention (CDC) baru saja mempublikasikan penelitian β€˜Preventing Chronic Disease: Public Health Research, Practice and Policy’. Dalam penelitian tersebut terungkap obesitas yang terjadi pada anak-anak. Sebenarnya hal ini terjadi saat orangtua memiliki waktu yang amat sedikit untuk memasak bersama anak-anaknya.
Β 
β€œAmatlah penting untuk mengajak si kecil mengenal makanan sehat dengan cara yang benar,” ujar Derek Hersch, penulis dan kepala penelitian. Ia juga bekerja di program edukasi memasak yaitu Food Explorer di Minnesota Heart Institute Foundation.
Β 
Dalam rilisnya ia mengungkapkan bahwa menciptakan kebiasaan memasak pada usia anak-anak adalah bagian terpenting. Pengenalan sejak dini adalah kunci agar si kecil mulai membangun kebiasaan makan yang sehat.
Β 
Hersch dan timnya menganalisis 8 penelitian yang berfokus terhadap program edukasi memasak atau Cooking Education Program (CDP). Bagi orang dewasa, program ini hampir sama dengan 'cooking class'.
Β 
CDP mendidik anak-anak tentang makanan sehat dan bagaimana menyajikannya. Program ini memberi rekomendasi sajian makanan harian yang baik bagi anak-anak seperti buah-buahan dan sayur.
Β 
Konsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan berserat meningkat pada anak-anak usia 5-12 tahun yang menyaksikan program edukasi tersebut. Mereka lebih percaya diri dalam menyiapkan sajian di meja makan dan berani mencoba makanan baru.
Β 
Mereka bisa mempraktikan apa yang ditontonnya dalam program tersebut di rumah masing-masing. Memasak di rumah membuat mereka lebih nyaman.
β€œAnak-anak lebih nyaman ketika mereka di rumah, sehingga membuatnya lebih cepat menerima makanan baru karena mereka akan menciptakan pengalaman positif dalam dirinya,” ujar Hersch.
Β 
Hersch juga menemukan jika tidak ada studi yang meneliti efek jangka panjang setelah menonton program edukasi memasak. Hanya saja, anak-anak akan lebih menyukai sajian seperti keripik organik ketimbang cookies. Hal ini bisa dijadikan bukti dari pengaruh program edukasi memasak terhadap perilaku pemenuhan nutrisi pada anak-anak.
Β 
Studi juga menunjukkan jika sebuah keluarga yang memiliki waktu makan bersama anggota keluarga lainnya akan berdampak pada konsumsi kalori yang lebih sedikit, namun menyerap lebih banyak nutrisi.
Β 
Medical Daily melansir dalam sebuah survei yang dilakukan oleh National Center on Addiction and Substance Abuse di Columbia University, mereka menemukan fakta menarik. Remaja yang memiliki waktu makan bersama dengan keluarga berkemungkinan kecil untuk mengoonsumsi alkohol, narkoba, bahkan rokok.
Β 
Peneliti masih meneliti manfaat jangka panjang program edukasi ini. Namun, jika orangtua menghabiskan banyak waktu untuk membangun pola hidup sehat pada anak-anak, akan membuat anak terbiasa dengan pola hidup sehat.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads