Anak-Anak Terbukti Mampu Kendalikan Keinginan Menyantap Makanan Tak Sehat

Anak-Anak Terbukti Mampu Kendalikan Keinginan Menyantap Makanan Tak Sehat

- detikFood
Kamis, 11 Sep 2014 09:38 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Anak-anak tentu mudah diiming-imingi cokelat atau makanan cepat saji dibanding orang dewasa. Namun ternyata keinginan makan tak sehat pada anak tersebut bisa dikendalikan.

Studi terbaru dari Columbia University menyebutkan bahwa anak-anak memiliki keinginan makan lebih kuat dibanding orang dewasa. Akan tetapi mereka juga mampu menggunakan strategi kognitif untuk mengurangi keinginan menyantap suatu makanan.

Menurut ilmuwan psikologi sekaligus peneliti utama, Jennifer A. Silvers, temuan dianggap penting karena dapat memprediksi cara baru memerangi obesitas pada anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science ini memang termasuk unik. Sebab kebanyakan studi menyebut faktor lingkungan seperti iklan dan mudahnya akses pada makanan berlemak menjadi penyebab obesitas. Sedangkan penelitian ini lebih fokus pada kemampuan anak sendiri dalam mengatasi pengaruh luar.

"Intervensi lingkungan seperti itu jelas penting, namun permen manis dan camilan menggoda tidak selalu dapat dihindari. Bila anak-anak usia 6 tahun dapat belajar menggunakan strategi kognitif setelah pelatihan beberapa menit, itu akan memberi implikasi besar bagi intervensi," tutur Jennifer, seperti dilansir dari AFP (10/09/2014).

Jennifer dan timnya bekerja meneliti 105 partisipan berusia 6 sampai 23 tahun. Partisipan menjalani scan MRI untuk melihat otaknya apabila ditunjukkan berbagai gambar makanan yang tak sehat.

Saat sedang melihat beberapa gambar, peneliti mengatakan pada partisipan untuk membayangkan makanan ada di depan mereka. Peneliti juga menginstruksikan bahwa partisipan dapat mencium bau, merasakan dan hampir menelan makanan itu.

Pada gambar lain, partisipan diminta menganggap makanan ada di tempat jauh. Mereka harus fokus pada tampilan visual seperti bentuk atau warnanya dibanding membayangkan rasa makanan. Setelah itu dilihat tingkat mengidam makanan pada peserta.

Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa instruksi fokus visual untuk tidak mempertimbangkan rasa makanan dapat mengurangi keinginan makan sebesar 16 persen. Ini menunjukkan adanya strategi kognitif untuk disiplin diri.

Analisis scan otak juga memperlihatkan bahwa rasa mengidam makanan pada anak-anak umumnya lebih kuat. Ini berkaitan dengan prefrontal cortex, area dalam otak yang mengatur pengendalian diri, yang kurang berkembang. Masa kecil menjadi waktu prefrontal cortex terbentuk dan saat itulah pengendalian diri dapat dilatih.

Peneliti antusias akan penemuannya dan tidak ragu mengujinya di sekolah. Mereka percaya penelitian ini memiliki implikasi bagi berbagai masyarakat mulai dari ilmuwan, peneliti obesitas, dokter anak hingga orang tua untuk membesarkan anak yang bahagia dan sehat.

Adapun penelitian rencananya akan dibuat secara longitudinal. Hubungan psikologis partisipan dengan makanan nantunya akan dilihat dari waktu ke waktu.

(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads