Diet mediterania untuk dewasa telah diperkenalkan sejak lama. Akan tetapi baru-baru ini, penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah diet mediterania pada anak dapat cegah obesitas.
Dalam studi tersebut, diteliti anak-anak yang berusia 2 sampai 9 tahun di delapan negara Eropa menunjukkan bahwa anak-anak yang menjalankan pola diet mediterania dapat menurunkan obesitas sekitar 15 persen.
Para peneliti menggunakan data dari sebuah studi besar yang berhubungan dengan efek kesehatan dari diet anak-anak yang dilakukan antara tahun 2006 hingga 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai masalah obesitas pada anak-anak di Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada sampel orang dewasa menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara diet Mediterania dan penurunan risiko serangan jantung, stroke dan kematian akibat penyakit jantung.
Mekanisme yang dapat menghubungkan diet Mediterania dengan rendahnya resiko obesitas belum sepenuhnya jelas. Namun, kandungan serat yang tinggi dari makanan dapat ditemukan dalam diet Mediterania yang berperan penting dalam mencegah kenaikan berat badan.
Gianluca Tognon selaku tim peneliti dariΒ University of Gothenburg di SwediaΒ merekomendasikan bahwa, selain mengajak anak-anak konsumsi buah-buahan dan sayuran, orangtua harus mendorong konsumsi lebih banyak kacang-kacangan, ikan dan sereal gandum yang juga tidak begitu populer dikalangan anak-anak.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa di antara anak-anak dalam penelitian ini, orang-orang di Italia memiliki asupan sayuran terendah.Β Kini, pola diet Mediteranian mulai disarankan untuk anak-anak. Karena kaya akan serat yang dapat menyehatkan pencernaan serta tubuh secara keseluruhan.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN