Studi ini dilakukan University of Chicago's Booth School of Business dan dipimpin oleh Dr. Ayelet Fishbach. Tim peneliti mengindikasi bahwa anak yang diberitahu beberapa makanan bisa membuat kuat, pintar, atau tinggi cenderung tidak mau makan tersebut.
Dilansir dalam AFP (23/05/2014) penelitian ini terdiri dari lima eksperimen dengan populasi sample 270 anak TK umur 3 sampai 5 tahun. Studi menemukan anak mengonsumsi lebih banyak makanan saat tidak diberitahu apapun atau hanya diberitahu makanan tersebut enak.
“Hasil kami menyatakan bahwa anak- anak yang menerima pesan bahwa beberapa makanan baik untuk satu tujuan, hal tersebut dinilai tidak bagus untuk mendapat manfaat lainnya. Sama halnya dengan makanan jika diberitahu manfaatnya untuk membuat tubuh kuat.. anak- anak akan menyimpulkan makanan tidak enak,” tutur Fishbach dalam artikel di Journal of Consumer Research.
Singkatnya, studi ini menyimpulkan bahwa cara terbaik untuk menerapkan pola makan sehat pada anak adalah tidak memberitahu betapa sehatnya buah dan sayur. Sementara itu, sebuah studi terpisah tahun lalu di jurnal Psychological Science mengeksplorasi pendekatan berbeda dan menemukan bahwa mengajarkan anak mengenai nutrisi justru meningkatkan konsumsi.
Tim peneliti dari Standford University menemukan bahkan anak yang masih kecil (4-5 tahun) bisa menerapkan pola makan sehat lewat kebiasaan. Mereka didorong mengerti mengapa mengonsumsi berbagai varian makanan bisa membuat tubuh sehat. Setelah beberapa lama, anak- anak makan sayuran lebih banyak.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN