Anak Alami Obesitas? Hati-hati, Saat Dewasa Berisiko Hipertensi dan Diabetes

Anak Alami Obesitas? Hati-hati, Saat Dewasa Berisiko Hipertensi dan Diabetes

- detikFood
Jumat, 02 Mei 2014 17:31 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Obesitas secara umum dikaitkan dengan hipertensi dan diabetes. Hal ini disebabkan oleh konsumsi makanan manis, gurih dan tinggi lemak dan kurang serat. Jumlah obesitas di negara berkembang kini mulai meningkat.

Studi yang dipublikasikan The Journal of Pediatrics, dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 10.842 anak-anak di lima kota di India yaitu Delhi, Chennai, Kolkata, Pune dan Raipur. Penyaringan status gizi anak-anak dilakukan dengan pengukuran lingkar pinggang sesuai dengan jenis kelaminnya.

"Prevalensi obesitas telah meningkat di beberapa negara-negara berkembang termasuk India," tutur Archana Dayal Arya, selaku Pediatric Endocrinologist pada Times of India (02/04/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam studi ini, masalah yang ditimbulkan dari obesitas adalah meningkatnya kadar trigliserida dalam darah, rendahnya kadar HDL (high density lipoprotein). Juga meningkatnya kadar glukosa darah puasa dan tingginya tekanan darah sistolik. Masalah ini akan mengakibatkan tingginya risiko hipertensi, diabetes melitus tipe II dan penyakit jantung.

"Kami menemukan bahwa hipertensi primer yang biasanya hanya dijumpai pada orang dewasa kini juga dialami juga oleh anak-anak dengan obesitas atau kelebihan berat badan. Sekitar 3,3 persen atau sekitar 358 anak menderita hipertensi dari total sampel yang berjumlah 10.842," tutur Anuradha Khadilkar selaku konsultan dokter anak di Rumah Sakit Jehangir.

Sedangkan menurut situs Heart.org, untuk mencegah obesitas ,anak-anak perlu mengonsumsi sayur dan buah secara rutin dan mengonsumsi daging yang rendah lemak seperti ikan dan ayam tanpa kulit untuk menjaga berat badannya tetap ideal.

"Oleh karena itu, ajarkan anak untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mendorong mereka untuk rajin melakukan olahraga serta meningkatkan aktivitas fisik. Selain itu mereka juga harus membatasi konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak,” tambah Khadilkar.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads