Penelitian dilakukan pada 1.300 pasang anak kembar usia berusia 16 bulan. Hasil penelitian menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari 10 jam mengonsumsi makanan harian rata-rata 105 kkal lebih banyak dibanding yang tidur lebih dari 13 jam. Ini menunjukkan kenaikan sekitar 10% dari 982 kkal menjadi 1087 kkal.
Dr. Abi Fisher, peneliti dari University College London (UCL) Health Behaviour Research Centre, mengatakan bahwa tidur yang lebih singkat pada tahap awal kehidupan dapat meningkatkan risiko obesitas. Hal ini membuat peneliti ingin mengetahui apakah anak-anak yang tidur lebih sedikit mengonsumsi lebih banyak kalori.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti kemudian menyimpulkan ekstra kalori pada anak tahun-tahun awal kehidupan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan di kemudian hari.
Dr. Fisher menambahkan bahwa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan mengapa anak yang kurang tidur akan makan lebih banyak. Menurutnya orang tua harus menyadari peningkatan risiko obesitas jika anak tidur lebih sedikit.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN