Balita Kurang Tidur Terbukti Lebih Mudah Alami Obesitas

Balita Kurang Tidur Terbukti Lebih Mudah Alami Obesitas

- detikFood
Jumat, 28 Mar 2014 11:04 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sebuah studi baru tentang obesitas dipublikasikan dalam International Journal Of Obesity. Studi menemukan, balita yang kurang tidur dalam sehari cenderung menjadi lebih gemuk dibandingkan mereka yang tidur lebih banyak.

Penelitian dilakukan pada 1.300 pasang anak kembar usia berusia 16 bulan. Hasil penelitian menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari 10 jam mengonsumsi makanan harian rata-rata 105 kkal lebih banyak dibanding yang tidur lebih dari 13 jam. Ini menunjukkan kenaikan sekitar 10% dari 982 kkal menjadi 1087 kkal.

Dr. Abi Fisher, peneliti dari University College London (UCL) Health Behaviour Research Centre, mengatakan bahwa tidur yang lebih singkat pada tahap awal kehidupan dapat meningkatkan risiko obesitas. Hal ini membuat peneliti ingin mengetahui apakah anak-anak yang tidur lebih sedikit mengonsumsi lebih banyak kalori.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada orang dewasa dan anak-anak berusia lebih tua telah menunjukkan kurang tidur dapat membuat orang makan lebih banyak. Namun pada balita, orang tualah yang membuat keputusan mengenai kapan dan seberapa banyak anaknya harus makan. Balita ini tidak dapat diasumsikan memiliki pola yang sama,” jelas Fisher seperti dilansir dari Parent Dish (25/03/2014).

Para peneliti kemudian menyimpulkan ekstra kalori pada anak tahun-tahun awal kehidupan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan di kemudian hari.

Dr. Fisher menambahkan bahwa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan mengapa anak yang kurang tidur akan makan lebih banyak. Menurutnya orang tua harus menyadari peningkatan risiko obesitas jika anak tidur lebih sedikit.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads