Jarang Makan dengan Keluarga Memicu Obesitas pada Anak

Jarang Makan dengan Keluarga Memicu Obesitas pada Anak

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Kamis, 27 Feb 2014 08:34 WIB
Jarang Makan dengan Keluarga Memicu Obesitas pada Anak
Foto: Thinkstock
Jakarta - Soda dan makanan manis dianggap sebagai pemicu obesitas anak. Padahal banyak faktor lain yang berperan dalam berat badan anak. Seperti pola makan dan tingkat kesehatan orang tua sangat berpengaruh.

Banyak hal kecil bisa Anda lakukan untuk menumbuhkan pola makan sehat pada anak. Seperti langkah yang dirangkum Huffigton Post (26/02/2014) ini bisa mencegah obesitas sejak dini.

1. Berat badan orangtua

Foto: Thinkstock
Jika orang tua mempunyai berat badan berlebih maka, anak mempunyai risiko 25-50 persen akan terkena obesitas. Sebuah studi tahun 2012 menyebutkan risiko bayi obesitas dipengaruhi oleh berat badan saat lahir, BMI orang tua, berapa banyak orang dalam keluarga, status professional ibu, dan kebiasaan merokok selama kehamilan.

2. Penganut Western Diet

Foto: Thinkstock
Studi tahun 2014 menyatakan adanya makan cepat saji bukanlah alasan obesitas anak. Tapi, kebiasaan makanan yang didiskripsikan sebagai ‘Western Diet’ atau konsumsi minuman soda manis, camilan asin, sandwich kaya lemak, permen, dan dessert memicu anak obesitas dengan pola makan yang tidak sehat. Selain itu, studi membuktikan ibu yang mengonsumsi junk food akan membuat anak ngidam gula dan lemak.

3. Tidak Berolahraga

Foto: Thinkstock
Ibu yang mendorong anak untuk olahraga dan mengonsumsi banyak buah dan sayuran, lebih cenderung rajin olahraga dan mengembangkan pola makan sehat. Selain itu, terlalu banyak duduk sambil menonton TV akan membuat anak terpapar pada iklan dan mengonsumsi makanan tidak sehat.

4. Mencap anak pilih-pilih makanan

Foto: Thinkstock
Anak memang suka memilih-milih makanan tertentu, tapi bukan berarti Anda menjauhkannya dari konsumsi sayuran dan buah. Sebuah penelitian menunjukkan ibu yang mencap anaknya pilih-pilih makanan, tidak terlalu suka mencoba makanan baru dan mengkonsumsi sayuran.

5. Tidak ada waktu makan rutin dengan keluarga

Foto: Thinkstock
Banyak studi menemukan hubungan antara waktu makan bersama keluarga dan risiko obesitas. Makan bersama keluarga berhubungan dengan meningkatnya konsumsi buah dan sayuran serta menurunnya konsumsi soft drink. Remajapun akan mengembangkan pola makan sehat saat dewasa.
Halaman 2 dari 6
(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads