Biasakan Anak Sarapan Pagi Agar Prestasi Belajarnya Lebih Bagus

Biasakan Anak Sarapan Pagi Agar Prestasi Belajarnya Lebih Bagus

- detikFood
Jumat, 14 Feb 2014 17:38 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sarapan merupakan saat makan yang penting sebelum kita memulai beragam aktivitas. Namun sarapan tidak hanya sekedar makan dan minum saja, komposisi dari sarapan anak pun harus sarat akan nutrisi untuk meningkatkan kreativitas, konsentrasi dan daya tahan tubuh.

Untuk di daerah terpencil, kasus kurangnya sarapan mungkin dikarenakan karena kemiskinan. Namun, di kota besar seperti Jakarta, tidak sarapan umumnya dikarenakan tidak adanya dukungan dari para orangtua untuk menyiapkan sarapan anak.

"Ada tiga kebutuhan utama untuk menjadikan anak sukses di bidang akademik yaitu fisik yang sehat dan kuat, pikiran yang penuh semangat dan berakhlak baik. Dalam tiga hal tersebut tentu saja harus diimbangi dengan nutrisi yang cukup dan juga seimbang", tutur Dr. Soedjatmiko, SpA(K) Msi, selaku dokter spesialis anak saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (14/02/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarapan terbukti dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan juga menjaga stamina bagi anak sekolah. Beberapa hal yang menyebabkan sulitnya menanamkan kebiasaan sarapan diantaranya adalah tidak tersedianya makanan untuk disantap, makanan tidak menarik, jenis pangan yang tersedia membosankan. Juga tidak cukup waktu karena harus berangkat pagi.

Kebiasaan sarapan juga dapat membantu seseorang untuk memenuhi kecukupan gizinya sehari-hari. Jenis hidangan untuk makan pagi dapat dipilih dan disusun sesuai dengan keadaan. Namun, akan lebih baik bila terdiri dari makanan sumber zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur.

Disinilah peran penting para ibu dalam menyiapkan sarapan yang cukup gizinya dalam waktu cepat dan menarik untuk anak. Asupan zat gizi yang seimbang tidak mungkin dipenuhi hanya dengan satu jenis bahan makanan, melainkan harus terdiri dari aneka ragam bahan makanan.

Ada saling ketergantungan antar zat gizi. Misalnya penyerapan yang optimum dari asupan vitamin A memerlukan kehadiran lemak sebagai zat pelarut dan mengangkut vitamin A ke seluruh tubuh, Selain itu, apabila cadangan mangan (Mn) dalam tubuh kurang, maka vitamin A juga tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh secara optimal. Vitamin C yang cukup diperlukan dalam sarapan untuk meningkatkan penyerapan zat besi (fe).

Menurut ahli gizi Prof. Ir. Hardinsyah, Ms., "Kebiasaan melewatkan sarapan ini dapat mengakibatkan dampak buruk pada anak-anak. Seperti menurunnya gairah belajar, kesulitan dalam menerima pelajaran dengan baik, menurunnya daya konsentrasi anak sewaktu belajar bahkan dapat membuat anak menjadi mudah sakit."

Seringnya anak mengonsumsi makanan jajanan membuat ia tidak mengonsumsi makanan secara beragam. Karena makanan jajanan biasanya hanya mengandung karbohidrat serta rendah protein dan serat. Mengajak anak sarapan tidaklah sulit, hanya saja membutuhkan kreatifitas para ibu dalam mengolah makanan sehat yang disukai anak.

(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads