Untuk di daerah terpencil, kasus kurangnya sarapan mungkin dikarenakan karena kemiskinan. Namun, di kota besar seperti Jakarta, tidak sarapan umumnya dikarenakan tidak adanya dukungan dari para orangtua untuk menyiapkan sarapan anak.
"Ada tiga kebutuhan utama untuk menjadikan anak sukses di bidang akademik yaitu fisik yang sehat dan kuat, pikiran yang penuh semangat dan berakhlak baik. Dalam tiga hal tersebut tentu saja harus diimbangi dengan nutrisi yang cukup dan juga seimbang", tutur Dr. Soedjatmiko, SpA(K) Msi, selaku dokter spesialis anak saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (14/02/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebiasaan sarapan juga dapat membantu seseorang untuk memenuhi kecukupan gizinya sehari-hari. Jenis hidangan untuk makan pagi dapat dipilih dan disusun sesuai dengan keadaan. Namun, akan lebih baik bila terdiri dari makanan sumber zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur.
Disinilah peran penting para ibu dalam menyiapkan sarapan yang cukup gizinya dalam waktu cepat dan menarik untuk anak. Asupan zat gizi yang seimbang tidak mungkin dipenuhi hanya dengan satu jenis bahan makanan, melainkan harus terdiri dari aneka ragam bahan makanan.
Ada saling ketergantungan antar zat gizi. Misalnya penyerapan yang optimum dari asupan vitamin A memerlukan kehadiran lemak sebagai zat pelarut dan mengangkut vitamin A ke seluruh tubuh, Selain itu, apabila cadangan mangan (Mn) dalam tubuh kurang, maka vitamin A juga tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh secara optimal. Vitamin C yang cukup diperlukan dalam sarapan untuk meningkatkan penyerapan zat besi (fe).
Menurut ahli gizi Prof. Ir. Hardinsyah, Ms., "Kebiasaan melewatkan sarapan ini dapat mengakibatkan dampak buruk pada anak-anak. Seperti menurunnya gairah belajar, kesulitan dalam menerima pelajaran dengan baik, menurunnya daya konsentrasi anak sewaktu belajar bahkan dapat membuat anak menjadi mudah sakit."
Seringnya anak mengonsumsi makanan jajanan membuat ia tidak mengonsumsi makanan secara beragam. Karena makanan jajanan biasanya hanya mengandung karbohidrat serta rendah protein dan serat. Mengajak anak sarapan tidaklah sulit, hanya saja membutuhkan kreatifitas para ibu dalam mengolah makanan sehat yang disukai anak.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN