Konsumsi Salmon dan Tuna Bisa Tingkatkan Prestasi Anak

Konsumsi Salmon dan Tuna Bisa Tingkatkan Prestasi Anak

- detikFood
Rabu, 18 Sep 2013 12:01 WIB
Foto: NY Daily News
Jakarta - Penurunan prestasi anak di sekolah bisa disebabkan oleh kurangnya asupan asam lemak omega 3. Studi menunjukkan anak dengan tingkat asam lemak omega 3 tinggi lebih bagus dalam membaca dan memori.

Seperti dilansir dari NY Daily News (18/09/2013), peneliti Oxford University di Inggris menyarankan agar anak mengonsumsi jenis ikan berlemak, seperti tuna atau salmon saat makan malam. Hal ini bertujuan agar prestasi mereka di sekolah bisa meningkat.

Setelah mengambil hampir 500 sampel darah anak berusia antara 7 hingga 9 tahun, peneliti menemukan bahwa tingkat asam lemak omega 3 mempengaruhi kemampuan belajar dan konsentrasi anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi menunjukkan tingginya tingkat omega 3, khususnya Docosahexaenoic acid (DHA) berhubungan dengan kemampuan membaca dan memori yang lebih baik. Hasil penelitian juga menunjukkan anak memiliki lebih sedikit masalah perilaku.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal PLOS One. Seperti diketahui, asam lemak omega 3 memiliki peranan penting dalam struktur otak dan fungsi kognitif anak. Termasuk kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh mereka.

Sumber omega 3 yang baik adalah jenis ikan berlemak, seperti sarden, makarel, salmon, dan tuna. Hasil penelitian menunjukkan, 493 sampel darah anak sekolah di Inggris rata-rata memiliki tingkat asam lemak omega 3 (termasuk DHA dan EPA) sebanyak 2,45 persen.

Jumlah ini jauh dibawah rekomendasi asupan omega 3 seharusnya. Pada orang dewasa saja, tingkat omega 3 yang dibutuhkan untuk memelihara kesehatan jantung sebanyak 4 persen.

Peneliti juga menemukan, 9 dari 10 anak yang diteliti mengonsumsi ikan kurang dari dua kali dalam seminggu. Satu dari 10 anak tidak mengonsumsi ikan selama seminggu. Padahal asupan mingguan yang dianjurkan adalah dua porsi ikan dalam seminggu.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak di Inggris kemungkinan tidak memiliki tingkat omega 3 yang cukup. Padahal ini diperlukan untuk kesehatan otak, jantung, dan kekebalan tubuh mereka,” ujar Alex Richardson selaku penulis.

(dyh/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads