Venezuela Akan Segera Larang Pemberian Susu Botol pada Bayi

Venezuela Akan Segera Larang Pemberian Susu Botol pada Bayi

- detikFood
Rabu, 19 Jun 2013 09:36 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sudah terbukti memberi banyak keuntungan bagi bayi dan ibu. Kandungan ASI diketahui bisa mencukupi kebutuhan zat gizi bayi disaat organ pencernaannya belum sempurna.

Kecuali itu pemberian ASI juga bisa menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayinya. Dengan beragam manfaat ASI, banyak negara semakin gencar mempromosikan pemberian ASI, termasuk Venezuela.

Negara di bagian Amerika Selatan ini akan mengadakan kongres yang membahas undang-undang pelarangan pemberian susu botol bayi untuk mendorong angka pemberian ASI. Menurut seorang anggota parlemen dari Partai Sosialis, langkah ini sekaligus bertujuan mengurangi angka pemberian susu formula pada bayi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Legislator Odalis Monzon mengatakan, usulan ini akan melarang pemberian segala jenis botol bayi sebagai cara untuk meningkatkan kesehatan anak-anak. β€œKami ingin meningkatkan cinta (antara ibu dan anak) yang hilang sejak perusahaan-perusahaan transnasional menjual susu formula,” ujar Monzon.

Menurut Monzon, undang-undang mengenai promosi dan dukungan untuk menyusui telah lulus uji sejak tahun 2007. Namun, undang-undang tersebut tidak memberi sanksi untuk penggunaan susu formula. Monzon tidak menyebutkan, sanksi apa yang akan diberikan seandainya kongres menyetujui undang-undang ini.

β€œSebagaimana ditentukan Kementrian Kesehatan, beberapa pengecualian untuk pemberian susu formula tetap diperbolehkan. Misalnya, si ibu meninggal atau produksi ASI-nya terbatas,” ujar Monzon.

Tanggapan kontra mengenai kebijakan ini datang dari berbagai pihak. β€œOrang bebas memberi makan anak-anak mereka,” ujar Ingrid Rivero, seorang ibu berusia 27 tahun di Caracas. β€œPutri saya berhenti menyusui setelah tujuh bulan. Apa yang bisa saya lakukan? Memaksanya?,” ujar Rivero.

Pihak oposisi pun menyatakan bahwa pemerintahan almarhum Presiden Hugo Chavez telah berlebihan memperluas jangkauan negara ke dalam kehidupan warga negaranya.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads