Dua peneliti bernama Kristen Harrison dan Mericarmen Peralta dari University of Michigan, Amerika Serikat mewawancarai 100 orang tua tentang karakteristik keluarga. Termasuk frekuensi paparan media kepada anak dan orang tua, serta konsumsi makanan anak. Setelah itu mereka mewawancarai anak-anak TK untuk mengetahui persepsi anak terhadap makanan sehat.
Wawancara tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana karakteristik keluarga berhubungan dengan konsumsi makanan anak dan persepsi makanan sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengerti apa yang anak-anak pelajari tentang konsumsi makanan sebelum mereka bisa menentukan pilihan makanan sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menggunakan tingkat keamanan pangan sebagai indikator, peneliti menemukan kaitan paparan media dengan junk food sangat kuat pada orang dengan keamanan pangan cukup. Namun, hampir nihil pada orang dengan keamanan pangan rendah.
Karena tingkat keamanan pangan selalu berhubungan dengan pendapatan keluarga, hal ini menyebabkan pengeluaran untuk junk food di keluarga yang keamanan pangannya rendah cenderung dibatasi. Sementara yang tingkat keamanan pangannya cukup lebih cenderung mengkonsumsi junk food karena mempunyai cukup uang untuk membelinya. Karenanya konsep makanan sehat pada anak-anak mereka pun terganggu.
Tim peneliti juga menemukan pilihan tontonan TV juga berpengaruh. TV yang menampilkan iklan makanan lebih mempengaruhi konsumsi junk food daripada TV atau media tanpa iklan. Penelitian ini akan dipresentasikan di konferensi Annual International Communication Association ke 63 di London, Inggris.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN