Minuman Berenergi Bisa Hambat Pertumbuhan Tulang Si Kecil

Minuman Berenergi Bisa Hambat Pertumbuhan Tulang Si Kecil

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Rabu, 29 Mei 2013 17:13 WIB
Foto: evidencebasedliving
Jakarta - Minuman berenergi banyak dipasarkan untuk orang dewasa. Namun banyak juga anak-anak dan remaja yang mengonsumsi minuman ini dalam jumlah banyak. Akibatnya mereka banyak yang mengalami obesitas.

Setiap tahunnya penjualan minuman berenergi di Amerika Serikat meningkat tajam. Dengan keuntungan hingga miliaran dolar. Sayangnya tidak semua orang tahu akan dampak buruk minuman berenergi bagi kesehatan. Terlebih jika dikonsumsi anak-anak dan remaja karena dapat mengganggu masa tumbuh kembangnya.

Seperti halnya minuman ringan biasa, kebanyakan minuman berenergi mengandung air dan gula meskipun jumlahnya tidak lebih banyak dari kafein yang mencapai tiga kali lipat. Jumlah kafein dalam minuman ringan berbeda dengan minuman berenergi yang lebih sering dipasarkan sebagai suplemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, anak-anak yang mengonsumsi sedikit kafein mendapat efek positif, namun tingkat konsumsinya harus diperhatikan. Meskipun konsumsinya sedikit namun kafein bisa meningkatkan tekanan darah si kecil dan menyebabkan gangguan tidur.

Jika dikonsumsi dalam jumlah besar oleh anak-anak berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan tulang dan risiko kardiovaskuler. Sedangkan kandungan gula pada minuman ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Giginyapun jadi mudah rusak atau berlubang.

Sebagai alternatifnya, si kecil pun bisa diberikan minuman bebas kalori dan tidak mengandung gula tambahan. Seperti air putih atau jus buah alami yang mengandung mineral dan vitamin. Susu rendah lemak juga diberikan karena kaya akan vitamin D dan kalsium yang sangat di butuhkan si kecil.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads