Benarkah Jus Buah Baik Diberikan pada Anak-anak?

Benarkah Jus Buah Baik Diberikan pada Anak-anak?

- detikFood
Rabu, 17 Apr 2013 10:28 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jus buah merupakan cara praktis untuk menghilankan haus sekaligus memberikan konsumsi buah untuk anak. Apakah nutrisi pada jus buah benar-benar sehat atau justru mengandung banyak pemanis buatan?

Jus buah 100% murni dianggap sebagai minuman padat nutrisi. Karena mengandung banyak nutrisi penting, seperti vitamin A dan C, folat, kalium, magnesium, dan komponen organik lainnya yang terbukti dapat mencegah penyakit. Beberapa jus juga diperkaya dengan kalsium dan vitamin D.

“Terutama bagi anak yang pemilih saat makan atau tidak mengonsumsi makanan sehat, 100% jus buah murni mungkin menjadi satu-satunya sumber nutrisi mereka,” kata Diane Welland, seorang ahli diet dan juru bicara Juice Products Association.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut USDA Dietary Guidelines for Americans, setiap anak memiliki kebutuhan jus yang berbeda, tergantung umur. Mungkin satu cangkir atau dua cangkir jus buah setiap hari. “100% jus buah murni benar-benar dapat membantu memenuhi asupan buah harian,” kata Welland.

Menurut sebuah penelitian terbaru di jurnal Public Health Nutrition, anak-anak yang minum jus mengonsumsi lebih banyak lemak dan gula dari pada anak-anak yang tidak minum jus. Sedangkan menurut Dr. Laura Jana, juru bicara American Academy of Pediatrics, anak-anak yang mengonsumsi buah segar dan memiliki pola makan yang baik tidak perlu minum jus.

Meski jus dibuat tanpa gula, jumlah gula, kalori, dan karbohidrat dalam jus lebih besar dari pada jika makan buah utuh. Hal ini disebabkan oleh volume jus yang memang lebih besar. Jeruk utuh hanya menghasilkan sekitar 60 ml air jeruk. Sedangkan saru porsi jus jeruk berkisar 120 ml sampai 240 ml air jeruk.

Jika ada ampas dalam jus, bukan berarti jus memiliki serat yang cukup. Para orang tua sering beranggapan bahwa segelas jus dapat memenuhi kebutuhan serat anak-anak, padahal jus tidak menyediakan serat dalam jumlah cukup.

Menurut penelitian, otak tidak menerima sinyal kenyang atau puas ketika asupan makanan didapat dari cairan. Jadi ketika konsumsi jus bertambah, harus berhati-hati pada kenaikan berat badan dan obesitas. Minum jus juga dapat meningkatkan lonjakan gula darah, sehingga berakibat pada risiko obesitas dan diabetes bagi anak-anak.

Para ahli setuju bahwa nutrisi utama bagi anak didapat dari buah dan sayur. Konsumsi jus dalam jumlah wajar, masih diperbolehkan pada anak-anak yang tidak makan buah segar dalam jumlah cukup.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak dibawah satu tahun tidak boleh minum jus. Anak usia 1 sampai 6 tahun, minum jus tidak lebih dari 120-180 ml setiap harinya. Untuk anak usia 7 sampai 18 tahun, minum jus tidak lebih dari 240-360 ml jus setiap harinya.

(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads