Dibanding Susu Biasa, Susu Skim Terbukti Membuat Balita Kegemukan

- detikFood Kamis, 21 Mar 2013 18:02 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Balita gemuk memang terlihat lucu, namun hal ini bisa berbahaya bagi kesehatannya di masa depan. Sebagian orangtuapun memilih susu skim agar buah hati mereka tak mengalami obesitas. Siapa sangka bahwa susu tanpa lemak ini malah berefek sebaliknya?

Obesitas merupakan masalah yang banyak dialami warga Amerika Serikat. Tak heran, American Academy of Pediatrics dan American Heart Association menganjurkan semua anak di atas umur dua tahun meminum susu skim untuk mencegah obesitas.

Sebaliknya, balita di Inggris justru tak disarankan meminum susu skim. Pasalnya, mereka membutuhkan energi ekstra untuk pertumbuhan. Ternyata, peneliti dari University of Virginia School of Medicine membuktikan bahwa peraturan di Inggris ada benarnya.

Para ilmuwan menanyai orangtua dari 10.700 anak mengenai jenis susu apa yang diminum si kecil. Survei ini dilakukan dua kali, yakni saat anak berusia dua tahun dan setelah mereka berumur empat tahun. Jenis susu yang diminum dikategorikan menjadi susu skim atau hampir tanpa lemak, semi skim dengan 1% lemak, susu dengan 2% lemak, full fat, atau susu kedelai.

Ternyata, angka kegemukan atau obesitas pada anak-anak yang diteliti relatif tinggi. Persentasenya 30% pada anak usia dua tahun dan 32% pada anak usia empat tahun. Dari sini diketahui pula bahwa bukan anak dengan berat badan normal yang paling banyak meminum susu skim atau semi skim, melainkan anak yang gemuk.

Pada anak usia dua tahun, ada 14% anak bertubuh gemuk yang meminum susu dengan 1% lemak dibanding 9% anak bertubuh normal. Sementara itu, pada anak berusia empat tahun, ada 16% anak gemuk atau obesitas yang meminum susu dengan 2% lemak dibanding 13% anak berbadan normal.

Secara keseluruhan, anak yang meminum susu dengan 2% lemak menunjukkan indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah dibanding anak yang meminum susu dengan 1% lemak.

Yang lebih membingungkan, anak yang berat badannya normal di awal studi dan konsisten meminum susu dengan 1% lemak, risikonya menjadi gemuk atau obesitas di usia empat tahun meningkat jadi 57%.

Profesor Mark DeBoer, ketua peneliti, awalnya menduga bahwa anak yang meminum susu tinggi lemak bobotnya lebih berat karena mereka mengonsumsi banyak kalori dari lemak jenuh. Ternyata, yang terjadi justru sebaliknya.

"Jadi, mereka yang minum susu skim adalah yang paling berat bobotnya, sedangkan yang meminum susu full fat justru yang paling ringan berat badannya," ujarnya, seperti diberitakan Time (20/03/13).

Menurut DeBoer, dokter anak tak perlu menyarankan susu skim untuk solusi obesitas. Para dokter dapat fokus pada saran yang sudah terbukti berhasil, seperti menganjurkan anak mengurangi menonton TV dan memperbanyak aktivitas fisik. Bisa juga dengan membatasi konsumsi jus dan minuman manis pada anak.

(fit/odi)