Anak yang Tidak Sarapan Prestasi Belajarnya Bisa Turun

Anak yang Tidak Sarapan Prestasi Belajarnya Bisa Turun

Flora Febrianindya - detikFood
Kamis, 14 Mar 2013 06:05 WIB
Anak yang Tidak Sarapan Prestasi Belajarnya Bisa Turun
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jangan sepelekan urusan sarapan. Kegiatan penting ini berfungsi untuk memasok energi sebelum beraktivitas. Membiasakan anak tidak sarapan bisa memberikan dampak negatif bagi prestasi sekolahnya.

Dampak tidak sarapan bukan hanya sebatas membuat tubuhnya lemas. Lebih dari itu, efeknya bisa membuat daya tangkapnya menurun, hingga mempengaruhi kecerdasan dan prestasinya.

1. Konsentrasi menurun

Foto: Thinkstock
Tidak sarapan membuat konsentrasi dan daya tangkapnya dalam pelajaran menurun. Fokus dan konsentrasi yang tidak optimal mempengaruhi kemampuannya membaca dan berhitung. Hasilnya, pemahaman akan pelajaranpun sulit didapat. Karenanya, optimalnya penyerapan ilmu di sekolah juga ditentukan dari kebiasaan sarapan di rumah.

2. Sering sakit

Foto: Thinkstock
Menurut Prof. Ir. Hardinsyah, MS. PhD, selaku ketua umum PERGIZI PANGAN Indonesia, tak sarapan juga membuat anak jadi sering sakit dan mengalami pusing. Pasalnya, anak tak dibekali nutrisi di rumah, kemudian melakukan berbagai aktivitas di sekolah. Karenanya, sebelum menuntut ilmu di sekolah, yuk cukupi dulu kebutuhan nutrisi si kecil dari rumah!

3. Kemampuan fisik menurun

Foto: Thinkstock
Tak mengherankan jika kemampuan fisiknya jadi menurun dan merasa lemas jika tak diberi sarapan sebelum beraktivitas.Β  Pasalnya, ia tak punya cukup energi. Selain itu, anak juga jadi tak disiplin, karena jadwal makannya berantakan. Karena lapar berat, saat istirahat anak biasanya jadi jauh lebih lapar dan jajan lebih banyak.

4. Gizi tidak seimbang

Foto: Thinkstock
Diungkapkan Prof. Hardinsyah, tak sarapan berdampak pada risiko kurang gizi maupun obesitas. Kondisi kurang gizi karena anak tak diberi nutrisi cukup lewat makanan yang dikonsumsinya. "Sebaliknya, bisa jadi obesitas karena tak sarapan memicu anak jadi jauh lebih lapar dan memilih makanan tak sehat," jelas Prof. Hardinsyah dalam pertemuannya dengan detikFood.
Halaman 2 dari 5
(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads