Inilah Perbedaan Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan pada Anak

- detikFood Rabu, 27 Feb 2013 16:00 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Alergi pada makanan umumnya terjadi pada anak-anak. Biasanya ditandai dengan gatal-gatal berlebih atau sakit perut. Alergi makanan sering kali disamakan dengan intoleransi makanan. Sebenarnya keduanya sangatlah berbeda, mulai dari gejala hingga dampaknya.

Alergi makanan merupakan suatu respon sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Alergi terjadi ketika seseorang konsumsi makanan tertentu, yang mengandung zat kimia termasuk histamin. Bahan kimia ini yang disebut sebagai penyebab utama alergi.

Gejala alergi ditandai dengan mata dan hidung berair, pembengkakan, mual, muntah hingga ruam disekitar kulit. Efek alergi akan muncul beberapa menit setelah mengkonsumsi makanan. Sumber makanan yang menyebabkan alergi adalah kacang, seafood, susu dan gandum.

Sedangkan inteleransi makanan berbeda dengan alergi. Intoleransi makanan hanya menyebabkan sakit perut dan kembung. Namun efek gejalanya akan lebih lama dirasakan. Biasanya intoleransi ini disebabkan oleh enzim laktase yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna laktosa.

Intoleransi paling sering terjadi pada anak-anak yang baru menyapih. Biasanya mereka akan sensitif terhadap susu sapi yang baru mulai dikenalkan. Pencernaannya yang masih sensitif cenderung akan menjadi kembung bahkan hingga menyebabkan diare. Intoleransi ini disebut juga dengan intoleransi laktase.

Jika anak Anda mengalami alergi ataupun intoleransi, ada baiknya untuk menunda pemberian makanan yang menjadi penyebab keduanya. Atau bisa juga diberikan secara bertahap dalam jumlah kecil dan secara bervariasi.

(dyh/odi)