Wedang Kopi: Menatap Hijau Sawah Sambil Nikmati Gereh Lombok Ijo

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 14 Des 2017 12:00 WIB
Foto: Lusiana Mustinda Foto: Lusiana Mustinda
Jakarta - Di sini ada garang asen ayam yang sedap meresap. Disantap perlahan sambil menikmati panorama sawah yang indah. Mantap!

Jika sedang berjalan-jalan ke kawasan Prambanan, langsung saja melipir ke kafe ini. Kafe ini sering disebut sebagai "Wedang Kopi Prambanan". Berada di bangunan yang luas dengan nuansa berwarna cokelat sangat pas jadi tempat bersantai siang ini.

Tidak hanya bisa menikmati makananan enak, Anda juga bisa berfoto dengan panorama sawah dan halaman hijau yang instagramable. Ini bisa dikatakan sebagai kafe kekinian yang sedang populer di Jogja.

Wedang Kopi: Mencicip Garang Asem hingga Wedangan dengan Panorama SawahSuasana di dalam kafe Wedang Kopi yang instagramable. Foto: Lusiana Mustinda

Ada tiga area yang bisa Anda pilih. Pertama, dibagian depan dengan pemandangan kolam ikan lengkap dengan gemericik air. Dibatasi dengan halaman hijau yang dilengkapi ornamen sepeda ontel hingga vespa jadul Anda bisa duduk di kursi kayu dengan suasana sawah dibagian kanan dan kiri.

Menyajikan makanan tradisional secara prasmanan, Anda bisa dengan bebas memilih lauk pauk seperti tumis jantung pisang, tumis bunga pepaya, gareh lombok, garang asem, bothok mlanding, gereh lombok ijo, ayam goreng sereh, telur dadar, garang asem, telur ceplok, ayam balado hingga sop jamur. Beragam jenis kopi specialty lokal hingga wedangan dan camilan kampung bisa Anda pesan.

Wedang Kopi: Mencicip Garang Asem hingga Wedangan dengan Panorama SawahNasi putih dengan paduan tumis jantung pisang dan gereh lombok ijo. Foto: Lusiana Mustinda

Nasi putih, tumis jantung pisang dan gereh lombok ijo (Rp 22.000) jadi menu pertama pilihan kami. Nasi putih yang pulen semakin nikmat disantap dengan tumis jantung pisang yang gurih enak. Ini pertama kalinya kami mencicip sajian jantung pisang, rasanya gurih dengan tekstur renyah dan cocok disandingkan dengan ikan gereh berbalut bumbu irisan cabai hijau.

Ditambah dengan sambal terasi yang tak terlalu pedas, cocok dimakan bersama dengan kerupuk aci putih (Rp 1.000)!

Selain itu, nasi, tumis bunga pepaya, tumis daun pepaya (Rp 15.000) juga bisa jadi pilihan enak. Tumis bunga pepayanya gurih dan tidak pahit sama sekali, namun daun pepayanya bersemburat sedikit pahit dengan rasa gurih.

Wedang Kopi: Mencicip Garang Asem hingga Wedangan dengan Panorama SawahGarang asem yang disantap bersama dengan nasi putih, tumis bunga dan daun pepaya. Foto: Lusiana Mustinda

Bagi pecinta garang asem (Rp 25.000) tentu tak boleh melewatkannya. Potongan daging ayam yang diracik dengan irisan belimbing wuluh, bawang putih dan cabai dimasak selama berjam-jam dengan bungkusan daun pisang.

Kuahnya bening, namun ada titik-titik kaldu ayam bercampur di dalamnya. Sluurp! Kuahnya segar dengan rasa gurih asam. Tekstur daging ayamnya juga sangat empuk dan mudah terpisah dari tulangnya.

Wedang Kopi: Mencicip Garang Asem hingga Wedangan dengan Panorama SawahJadah goreng dan kopi Aceh hangat. Foto: Lusiana Mustinda

Kalau hanya ingin jajan dan menghangatkan diri, Anda bisa memesan jadah (Rp 8.000) yang digoreng hangat-hangat. Makin nikmati dinikmati dengan seruputan kopi hitam asal Aceh (Rp 15.000) dan wedang jangkruk (Rp 6.000) yang terdiri dari racikan jahe, batang sereh, daun jeruk dan kencur. Uenak tenan!

Wedang Kopi: Mencicip Garang Asem hingga Wedangan dengan Panorama SawahWedang jangkruk yang hangat cocok sebagai penghangat tubuh. Foto: Lusiana Mustinda

Wedang Kopi
Jalan Manisrenggo KM 1
Bugisan, Prambanan, Yogyakarta
Buka: 10.00 - 21.30

(lus/lus)