Soto Barokah H. Iwan: Segarnya Soto Ayam dan Soto Betawi Gurih Berharga Ekonomis

Maya Safira - detikFood Kamis, 22 Sep 2016 12:17 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Mau soto ayam atau soto Betawi? Keduanya bisa dinikmati di sini. Racikannya gurih menghangatkan!

Soto tak pernah mengecewakan untuk pilihan makan siang. Begitu nikmat rasanya disantap dengan nasi hangat dan kerupuk.

Tidak begitu jauh dari halte busway SMK 57, ada warung sederhana yang menyediakan soto. Namanya Soto Ayam "Barokah" H. Iwan. Cabang dari Pasar Pondok Gede.

Sudah banyak cabang soto ini tersebar di Jakarta. Salah satunya di Jl. Margasatwa yang sudah berdiri lama.

Beberapa waktu lalu cabang tersebut diperbesar. Sehingga lebih luas dan terang. Ketika masuk, di sebelah kiri tampak dua gerobak. Satu tempat untuk meracik soto ayam, sementara satu lagi untuk soto Betawi.



Jejeran bangku dan meja kayu terlihat di bagian depan warung. Bagian dalam berisi meja panjang dan kursi plastik. Tiap meja dilengkapi kecap, sambal dan kerupuk putih.

Menunya sendiri sangat minim pilihan. Hanya soto ayam dan soto Betawi. Meski begitu, sejak pagi saja pengunjung sudah datang silih berganti.

Mengawali santapan, kami memesan Soto Ayam (Rp 10.000) dengan telur (Rp 3.000). Karena kuah kaldu soto sudah tersedia, tak perlu lama menunggu soto diracik.

Semangkuk soto ayam berwarna kuning pucat diisi dengan aneka pelengkap. Terlihat ada irisan kol, daging ayam, suun, tauge dan taburan bawang merah goreng.



Saat diseruput, kuahnya terasa gurih kaldu yang pas. Citarasa bawang putih cukup dominan karena ada cincangan kecilnya di dalam kuah. Terasa renyah juga saat tergigit.

Ayamnya pun empuk meski diiris agak tipis. Suun yang terendam dalam kuah juga bertekstur lembut. Enak disantap bersama kuahnya. Tambahan daun bawang dan seledri menambah aroma soto. Makin bersemangat menyantapnya!

Soto Betawi jadi menu kami selanjutnya. Ada isi daging, paru, kaki, babat atau soto komplit. Kami memilih Soto Betawi Komplit (Rp 18.000).

Kuah krem pucat soto Betawi mengeluarkan aroma seperti paduan santan, harum kapulaga dan minyak samin. Pada permukaannya memang tampak bongkahan minyak samin yang dibiarkan meleleh sendiri dalam kuah. Genangan minyak kuning pun muncul di sana.

Potongan daging, babat, kikil dan paru tenggelam dalam kuah. Begitu juga potongan tomat, daun bawang, bawang goreng dan emping. Sungguh menggoda.



Setelah diaduk dengan minyak samin, kuah siap mendarat di mulut. Rasa kuahnya gurih tak berlebihan dengan tekstur agak encer. Sehingga tidak membuat enek dan bosan. Bisa pula diberi sedikit perasan jeruk nipis agar makin segar.

Pemakaian rempah-rempah seperti jintan dan kapulaga cukup terasa. Selain itu, rasa gurih minyak samin cukup dominan. Tentu akan disukai para penggemar bahan khas India dan Timur Tengah ini.

Untuk isiannya, tekstur daging agak keras saat dikunyah. Sedangkan babat dan kikil kenyal enak. Tanpa ada jejak bau. Kami paling menyukai penggunaan potongan paru yang masih terbilang renyah meski sudah tenggelam dalam kuah. Mungkin lain kali kami mau mencoba soto parunya.

Tempat ini bisa jadi pilihan jika tak punya banyak waktu saat makan siang. Pelayanannya cepat dan harganya ramah di kantong. Rasanya bisa diterima lidah dan porsinya pas.

Soto Ayam "Barokah" H. Iwan
Jl. Margasatwa No. 38
Ragunan
Jakarta Selatan
Buka: 07.00-20.00 (msa/odi)