Hjh. Maimunah: Sedapnya Tahu Telur dan Paru Balado di Resto Halal Peraih Bib Gourmand

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 25 Jul 2016 13:31 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta - Mau cicip makanan halal dan enak saat di Singapura? Mampirlah ke restoran Hjh. Maimunah! Resto yang masuk rekomendasi Michelin Guide ini punya menu tradisional Melayu yang sedap.

Michelin Guide baru saja merilis daftar resminya di Singapura. Selain menobatkan 29 restoran peraih bintang 1, 2, dan 3 Michelin, pihaknya juga mengeluarkan daftar tempat makan peraih Bib Gourmand. Dengan harga terjangkau, sebanyak 34 tempat makan tersebut dianggap punya sajian enak yang patut dicoba.

Hjh. Maimunah di Jalan Pisang merupakan salah satu peraih Bib Gourmand. Restoran bersertifikat halal ini didirikan tahun 1990-an oleh Hjh. Maimunah sendiri. Menawarkan masakan tradisional Melayu yang disebut sebagai masakan gaya Kampung. Menunya berupa sajian Malaysia dan Indonesia yang dimasak dengan cara tradisional.

Kabarnya usaha restoran Hjh. Maimunah bermula saat dirinya memasak untuk rombongan haji dari Singapura saat berada di Mekkah. Banyak jamaah saat itu menilai masakan Hjh. Maimunah begitu nikmat sehingga minta dibuatkan lagi saat mereka kembali ke Singapura.

Kisah masa kecil Hjh. Maimunah turut memberi pengaruh pada jenis masakannya. Saat kecil, ia kabarnya diadopsi oleh orang tua keturunan Jawa. Karenanya beberapa menu di sini tampak tak asing bagi kami karena menyertakan nama daerah di Indonesia.

Mampir ke Hjh. Maimunah di siang hari, kami mendapati antrean pengunjung cukup panjang di depan restoran. Mereka menunggu masuk untuk memilih sendiri nasi beserta lauk pauk yang diinginkan. Restoran memang menerapkan sistem bayar sebelum makan.

Mengintip dari kejauhan, pengunjung bisa melihat deretan lauk menggoda selera dipajang dibalik etalase kaca. Ada lebih dari 40 pilihan menu yang tersedia seperti paru balado, ikan asam manis, pari asam pedas, lemak siput sedut, rendang, ayam bakar, ikan bakar, ayam masak merah, tahu telur, kari ayam, dan perkedel.

Kami mencicip Ayam Bakar Sunda (4,5 SGD atau Rp 43.000), Ikan Bakar (7 SGD atau Rp 67.000), Tahu Telur Jakarta (5,5 SGD atau Rp 53.000), Siput Sedut (7 SGD atau Rp 67.000), Ayam Merah (3 SGD atau Rp 29.000), Rendang (3 SGD atau Rp 29.000), Paru Balado (4 SGD atau Rp 38.000), dan Urap (5 SGD atau Rp 48.000).

Potongan Ayam Bakar Sunda cukup besar dengan jejak hitam bekas bakaran di beberapa permukaannya. Terlihat juga irisan cabai rawit merah dan hijau diantara siraman kecap yang royal. Daging ayam terasa sangat empuk dengan balutan bumbu manis, gurih, dan pedas yang seimbang. Hmmm.. Dilahap dengan nasi hangat, rasanya nikmat!

Seekor ikan bawal bakar disajikan meriah dengan topping irisan bawang bombay merah, cabai hijau besar, dan cabai merah yang royal. Pelengkapnya berupa siraman kecap manis dan jeruk limau untuk perasan. Sebenarnya bumbu ikan bakar mirip dengan ayam bakar. Memadukan rasa manis, gurih, dan pedas dalam satu suapan. Sedikit rasa asam tercecap dari perasan jeruk limau.

Bedanya kali ini disandingkan dengan ikan bawal yang dagingnya lembut dan gurih. Ikan makin enak dilahap dengan irisan bawang yang renyah segar.

Tampilan Tahu Telur Jakarta begitu menarik perhatian. Menjulang tinggi dengan saus kehitaman menggenangi bagian bawah. Toppingnya berupa mentimun dan wortel yang diiris korek api atau memanjang. Juga kacang tanah goreng yang dihaluskan.

Krenyes renyah adonan tahu telur begitu terasa di gigitan pertama. Namun bagian dalamnya lembut dengan tekstur tahu lebih dominan. Rasanya gurih ringan sehingga enak dipadukan dengan saus kecap yang gurih manis dengan jejak bawang putih. Meski begitu tak terlihat tauge dan irisan kol yang umumnya menyertai tahu telur. Juga saus petis bercita rasa kuat yang tidak tercecap dari sajian ini.

Siput Sedut merupakan salah satu signature dish restoran. Siput belitung dimasak dengan bumbu gulai kuning. Nama sedut merujuk pada cara menikmati siput dimana seseorang harus menyedot cukup kuat agar daging siput keluar dari cangkangnya. Slurrpp! Daging siputnya kenyal gurih dengan sedikit jejak rasa lumpur. Sementara kuah gulai dari santan dan aneka rempah ini terasa gurih ringan. Enak diseruput bersama daging siput.

Ayam merah atau ayam masak merah merupakan sajian khas Malaysia. Daging ayam bumbu kunyit digoreng hingga cokelat keemasan lalu dimasak perlahan dengan saus tomat pedas. Di Hjh. Maimunah, ayam merah disajikan dengan balutan saus merah cukup tebal.

Sedikit aroma rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pekak tercium dari sajian ini. Soal rasa, ayam merah terasa pedas asam. Huahh! Paling enak disandingkan dengan nasi putih hangat.

Rendang tentu tak kami lewatkan. Bumbu berwarna kecokelatan dengan jejak minyak oranye terlihat menggenangi bagian bawah rendang. Hmmm.. Aroma gurih khas santan tercium dari sajian ini.

Tekstur dagingnya empuk dengan balutan bumbu pekat yang pedas. Tampilan rendang di sini sebenarnya lebih mirip kalio daging. Bukan seperti kebanyakan rendang MInang.

Kalau suka paru, Anda harus mencicip paru balado di sini. Paru dipotong tipis memanjang dengan balutan irisan cabai merah di seluruh permukaannya. Paru tidak digoreng kering melainkan setengah kering sheingga teksturnya masih kenyal. Huah! Pedas parunya lumayan menyengat. Bikin kami tambah semangat makan siang.

Santap siang memuaskan kami kali ini ditemani seporsi urap. Rebusan tauge, kacang panjang, dan wortel diberi bumbu kelapa yang pedas gurih. Krenyes renyahnya sayur terasa nikmat di lidah kami.

Meskipun disebut sebaga tradisional Melayu rasanya sangat akrab di lidah Indonesia. Kalau ke Singapura, jangan lewatkan mampir ke restoran yang sudah mendapat pengakuan Michelin Guide ini.

Hjh. Maimunah
Jalan Pisang 11-15
Singapura 199 078
Telepon: +65 6297 4294 (adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com