Nasi Kebuli Mbah Soleh: Sedap Semerbak Nasi Kebuli dengan Sentuhan Jawa

Muchus Budi R. - detikFood Jumat, 29 Apr 2016 10:35 WIB
Foto: detikcom Foto: detikcom
Jakarta - Nasi kebuli di Solo? Jangan salah, meskipun diracik oleh wong Solo nasi kebuli di sini tak kehilangan kelezatan. Sedap rempahnya dan pulen gurih nasinya. Mantap!

Ciri khas kuliner Solo yang cenderung manis membuat masyarakat Solo tak mudah menerima citarasa unik atau asing dari kuliner lain. Tetapi nyatanya nasi kebuli gaya Timur Tengah yang dijajakan di rumah makan ini mampu memikat selera wong Solo.

Di deretan ruko yang berada di Jl. Perintis Kemerdekaan, Solo, atau tepatnya di kampung Kabangan, Sondakan ada rumah makan nasi kebuli. Rumah makan masakan khas Timur Tengah ini dikelola M Rodhi bersama istrinya. Seperti apa ya nasi kebuli yang sudah disesuaikan dengan lidah wong Solo?



"Orang Solo itu agak pemilih pada makanan. Tak semua makanan bisa diterima. Kami harus kreatif menyajikan menu. Harus mndekati citarasa lokal tanpa kehilangan ciri khas aslinya. Kamipun menyesuaikan dengan citarasa pelanggan," kata Rodhi kepada detikcom, Kamis (28/4/2016).

Rodhi belajar meracik bumbu masakan dari ibunya, almarhumah Mbah Soleh, yang pandai memasak. Selain menu beragam daerah di Indonesia, juga menu masakan di Asia Tenggara hingga Timur Tengah.

Meskipun saat itu tak buka warung, Mbah Soleh banyak menerima pesanan terutama nasi kebuli. Dari ibunya juga Rodhi belajar meracik masakan yang bercitarasa Solo.

Empat tahun lalu Rodhi dan istrinya memulai usaha dengan menu utama nasi kebuli ayam. Padahal umumnya orang menjual nasi kebuli kambing. Karena orang Solo lebih akrab dengan rasa ayam maka nasi kebuli ini disukai pelanggan.



Kemudian menu ditambah dengan nasi kebuli daging kambing. Untuk racikan bumbunya Rodhi sedikit mengurangi kapulaga Arab yang tajam.

"Kalau bumbunya terlalu kuat pasti ditolak lidah Solo. Saya memutuskan membuat kebuli dengan aroma rempah lebih lembut dan gurih yang disukai warga Solo. Daging kambingnya empuk dan tidak prengus dengan cara memasak dan takaran bumbu yang pas," lanjutnya.

Kini nasi kebuli daging kambing laris dan disukai banyak orang. Setiap harinya Rodhi mendapat pesanan 60 hingga 70 bungkus. Belum lagi pengunjung yang memadati rumah makannya di jam-jam makan.

Tampilan nasi kebulinya kecokelatan dengan aroma rempah yang semerbak. Bumbunya meresap ke dalam nasi yang pulen. Ditambah taburan bawang merah goreng yang renyah wangi.

Sementara itu daging kambingnya empuk dengan rasa gurih renyah di bagian luarnya. Tidak prengus dan empuk lembut.

Uniknya nasi kebuli ini dilengkapi dengan sambal goreng kentang dan mentimun dan acar berupa cincangan tomat dan bawang merah. Pelengkap ini memberi imbangan rasa renyah segar pada nasi kebuli yang gurih.

Untuk harganya, nasi kebuli kambing tersedia ukuran besar (Rp.28.000) dan kecil (Rp. 21.000) serta parit alias paket irit (Rp.15.000). Jadi tinggal disesuaikan dengan kemampuan perut dan kantong.

Tengkleng, sajian sup kambing khas Solo dengan bumbu gule yang ringan juga tersedia di sini. Seporsi tengkleng (Rp. 13.000) disajikan dengan porsi lumayan. Tulang iga kambing dengan lapisan daging kambing terasa empuk lembut. Kuahnya gurih ringan.



Kalau tak suka daging kambing, bisa memesan nasi kebuli ayam. Menu lain juga tersedia. Seperti kambing goreng ala Maroko, kambing bakar ala Mesir, roti prata dan roti maryam.

Untuk melengkapi nasi kebuli yang wangi sedap, Anda bisa membilas mulut dengan teh tarik. Tak seperti di kopitiam, di sini Rodhi meracik teh dengan rempah dan susu serta gula aren. Aroma wangi gula aren dan rempah sukses melenyapkan jejak lemak di mulut.

Kalau ke Solo ingin mencicipi santapan yang berbeda, Anda bisa mampir ke rumah makan Rodhi ini. Pada jam makan siang tentu harus berdesakan dengan pelanggan lain. Dijamin kenyang dan puas!

Nasi Kebuli Mbah Soleh Ngru-Q
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 66,
Sondakan, Laweyan
Solo
Telpon: 0271-2520002
Jam buka : 09.00 - 20.30 (msa/odi)