Sate Kambing Ibu Yanti: Sedapnya Sate Kambing Empuk dan Tongseng Racikan Ibu Yanti

Maya Safira - detikFood Jumat, 25 Sep 2015 13:52 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta -

Jika ingin mencoba sate kambing empuk, mampir saja ke rumah makan di daerah Duren Tiga ini. Ada juga tongseng manis pedas yang menggoyang lidah.

Sate Kambing Ibu Yanti sudah ada di daerah Duren Tiga sejak tahun 1970an. Kini lokasinya berada tepat di sebelah Rumah Sakit Bersalin Duren Tiga.

Baru berada di depan Sate Kambing Ibu Yanti, sudah tercium aroma wangi sate. Maklum saja, tempat membakar dan meracik sate berada di bagian depan rumah makan. Masuk ke dalamnya, tampak susunan meja dan bangku sederhana memenuhi rumah makan berkapasitas 60 orang ini.

Bagian dinding di belakang kasir dipenuhi foto Ibu Yanti, sang pemilik, bersama artis dan figur terkenal lainnya yang pernah mampir ke sana. Menurut anak Ibu Yanti, Ali Sadikin dan Iwan Fals termasuk pengunjung rumah makannya.

Dilihat dari daftar menu, rumah makan ini tak menawarkan banyak pilihan. Hanya ada sate kambing, sate ayam, sop kambing, gulang kambing, dan tongseng (kambing atau ayam). Pelengkapnya ada nasi putih atau lontong.

Karena kambing jadi andalan, tentu kami tak melewatkan Sate Kambing (Rp 40.000) racikan resep Ibu Yanti. Jika biasanya sate kambing diberi guyuran saus kecap, rumah makan ini memberi pilihan bumbu kacang juga untuk sate kambing. Akan tetapi kami tetap memilih sate kambing bersaus kecap.

 

 

Sepuluh tusuk sate kambing tiba di meja dengan aroma menggugah. Ada paduan harum bakaran dan kecap, tanpa bau kambing yang khas. Ini sudah menjadi poin plus dari sate kambing. Terlihat pula satu tusuk sate berisi 3 potong daging dan 1 selipan lemak.

Kami yang biasanya bukan penyuka sate kambing, langsung jatuh cinta pada kelembutan sate di sini. Daging kambingnya begitu mudah dikunyah dan tak ada perlawanan. Aroma prengus kambing pun tak terjejak. Selipan lemak pada sate juga kenyal dan mudah meleleh di mulut.

Adapun bumbu celupan sate sebelum dibakar yang terdiri dari kacang, kecap dan kaldu, membuat daging sudah cukup gurih tanpa diberi saus tambahan. Namun adanya pelengkap kecap, cabai iris, bawang merah iris, jeruk limau, lada, dan bawang goreng menjadikan sate kian mantap. Garnish tomat dan acar timun wortel ikut menambah kesegaran sate. Tak terasa sepiring sate kambing bersih tak bersisa.

Melanjutkan petualangan daging kambing di rumah makan Ibu Yanti, kami mencoba Tongseng Kambing (Rp 30.000). Semangkuk tongseng yang tersaji panas, menyebarkan bau gurih santan dan rempah aromatik. Hmm..harum!



Nampak kuah tongseng berwarna cokelat keemasan sedikit berminyak. Permukaannya berisi tumpukan kol iris, tomat, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan bawang goreng.

Ketika kami 'bongkar' kuah agak encer ini, terlihat potongan sate kambing. Wah, racikan tongseng di sini cukup berbeda dengan gaya asli Solo. Daging untuk tongseng berasal dari sate yang sudah dibakar.

Kuah tongseng terasa gurih manis karena ada pemakaian kecap dan santan. Penggunaan cabai rawit iris dalam kuah memberi semburat rasa pedas.

Adanya potongan daging sate tak terasa aneh di lidah, justru tongseng jadi makin sedap. Tongseng kian sempurna disantap bersama nasi hangat (Rp 5.000).

Kuah tongseng ternyata berasal dari Gulai Kambing (Rp 30.000). Bedanya, kuah gulai berwarna lebih jingga dan berminyak karena tak memakai kecap.



Rasa rempah gurih juga lebih mencolok pada gulai. Ada paduan kemiri, kunyit, cabai giling, kayu manis, kapulaga, biji pala, salam, serai dan santan dalam racikannya.

Sisa urat dan tulang kambing yang tak dipakai pada sate, jadi isian gulai. Meski tak sepenuhnya berisi daging, namun gulai ini tetap enak dan berbau sedap. Mungkin karena proses masak penuh rempah dan pemakaian api kecil selama dua jam.

Bagi yang ingin rasa lebih segar, bisa mencoba Sop Kambing (Rp 30.000) yang tersaji mengepul panas. Tak perlu khawatir ada bau tak sedap, karena rasanya mirip seperti sup daging sapi.

Kaldu sup rasanya ringan, gurih sekaligus segar. Terasa cecapan jahe, biji pala dan kayu manis dalam kuah sup bening ini. Daging yang menempel pada tulang juga empuk, tidak hancur dan bercitarasa mirip daging sapi. Sup makin lengkap dengan tambahan irisan tomat, wortel dan daun bawang.



Selain makanan utama, rumah makan Sate Kambing Ibu Yanti punya pastel andalan yang biasa tersaji di meja. Pastel yang dihargai Rp 4.000 itu cukup unik karena memakai daging kambing. Sayangnya saat kami datang, pastel sedang tidak ada.

O, ya bagi Anda yang ingin mengadakan acara, rumah makan ini juga menerima pesanan untuk hakikah, pesta, resepsi atau kambing guling.

Nah, mau menyantap hidangan kambing enak yang menggugah selera? Yuk mampir ke Sate Kambing Ibu Yanti.

Sate Kambing Ibu Yanti
Jl. PLN Duren Tiga No. 11
(sebelah Rumah Sakit Bersalin Duren Tiga)
Jakarta Selatan
Telp: 021-7986225
Jam buka: 11.00 - 21.00

(msa/odi)