Soto Ahri: Citarasa Gurih yang Klasik dari Soto Daging Sapi Muda Khas Garut

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Rabu, 12 Agu 2015 11:36 WIB
Soto Sapi Daging Muda
Jakarta -

​Makan enak di Bandung seperti tak ada habisnya. Apalagi menikmati makanan legendaris. Tak pernah membosankan. ​Salah satunya adalah Soto Ahri, soto daging sapi muda khas Garut. Dagingnya empuk, kuahnya gurih semerbak. Sedap tak ada duanya!​

Soto Ahri mulai hadir kota Garut sejak tahun 1943. Haji Ahri​ sang pemilih sekaligus peracik​ memulai usahanya di gang kecil yang sempit.​ Namun, kelezatan sotonya​ terkenal ke seluruh Garut hingga daerah sekitarnya termasuk Bandung​. Mulai tahun 2004, Soto Ahri membuka cabangnya di Bandung, tepatnya di Jalan Buah Batu.

​Warung ​soto ini memanjang kebelakang. ​Di bagian depan ada ​dua panci besar ​yang mengepulkan asap aroma kaldu dan bumbu yang​ gurih. Beri​si kuah soto dengan ​potongan daging sapi muda. Kuahnya kuning kental ​dengan semerbak wangi bumbu yang dijamin langsung bikin lapar.​

Kini Soto Ahri dikelola oleh Deden Agustian, generasi ketiga yang merupakan cucu dari Haji Ahri. Soto sapi yang disini dibuat dari daging sapi muda, yang dimasak 3 sampai 4 jam. ​Selalu disajikan panas mengepul ​di dalam mangkuk, dilengkapi dengan ​sepiring nasi.

Soto Sapi (Rp 21.000) masih panas dengan asap mengepul. Kuah kuningnya agak keruh karena memakai santan dan bumbu yang royal​. Dalam hirupan pertama langsung terasa gurih kaldu daging yang kuat beriringan dengan gurih wangi santan segar. ​Bumbu kunyit da bawangnya terasa sangat kuat. Aroma rempah yang royal ini membuat soto ini sangat sedap.​

Di dalam kuahnya juga terdapat irisan daun seledri dan taburan bawang goreng. Dagingnya sendiri tidak ada lemaknya, murni daging dan sedikit campuran jeroan. ​D​ipotong kecil-kecil memanjang dengan rasa bumbu yang meresap hingga ke serat dagingnya. Empuk gurih! ​

“Rempah-rempah kering kami datangkan langsung dari Garut, karena dibuatnya disana. Bumbunya sederhana, dan kami pertahankan sejak dulu. Semua soto disini juga dimasak 3 sampai 4 jam untuk mengambil kaldunya. Karena sotonya terbuat dari daging sapi muda, bumbu jadi mudah meresap,” ucap Deden Agustian yang tak mau buka rahasia racikan bumbunya.​

​Warung ​soto ini​ bisa memasak daging hingga 35 kilogram sehari. Sebagai pelengkap disediakan​ sambal, kecap, potongan jeruk nipis, dan beragam ​kerupuk untuk campuran soto. Kecap dan kerupuknya berasal dari​ produksi rumahan di Garut. Karenanya rasa kecapnya tak terlalu manis pekat. Dengan tambahan sedikit kecap ini racikan soto Ahri makin mantap!​

Karena buka dari pukul 7 pagi hingga pukul 9 malam, daging sapi dimasak ​sehari sebelumnya. “Kami ingin soto dagingnya benar-benar empuk dan kaldunya baru. ​Karenanya dari awal kami hanya memakai daging sapi muda. Kalau yang sudah tua, butuh waktu yang lebih lama lagi,” lanjut Deden.

Konsistensi rasa dan teknik memasak diakui Deden membuat Soto Ahri berbeda dengan soto lain. “Orang senang karena tak ada bau lemak yang tajam ​dan dagingnya juga empuk. Potongan yang kecil-kecil ini juga menguntungkan pengunjung karena mereka lebih mudah meng​unyahnya​,” ucap cucu Haji Ahri ini.

​Khusus soal kaldu, Deden sedikit membocorkan rahasia. ​“Daging yang kami gunakan daging lokal, karena dapat mengeluarkan kaldu yang lebih gurih​. Daging sapi impor sudah di-press dan kaldunya kurang gurih​. Memasak disini juga menggunakan teknik manual. Dari mulai menumbuk bumbu hingga memasak dagingnya diolah sendiri.” tutup Deden.

​Rupanya teknik 'slow cooking' menjadi rahasia kelezatan soto haji Ahri ini. Kualitas bahan dan teknik memasak yang diwariskan oleh sang kakek terbukti membuat orang selalu ketagihan enaknya soto sapi di sini. Kalau ke Bandung, buktikan kelezatan soto Garut ini.​




Soto Haji Ahri (Soto Ahri)

Jalan Buah Batu No. 235

Bandung

Buka: 07.00 – 21.00

Telepon: 0812 2118 097

(tan/odi)