Kupat Tahu Gempol: Lembut Gurih Tahu Cibuntu Disiram Bumbu Kacang Melimpah

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Selasa, 31 Mar 2015 10:40 WIB
Nuraeni, salah seorang penerus Kupat Tahu Gempol
Jakarta - Santapan tahu ini wajib dinikmati sebagai menu sarapan saat berada di Bandung. Potongan lontong yang dipadu dengan tahu yang gurih lembut disiram kuah kacang yang kental. Gurih, pedas dan sedikit manis.

Selama hampir 40 tahun warung sederhana di kawasan pasar Gempol ini selalu disesaki pembeli yang ingin sarapan. Warung yang terdiri dari sebuah meja dan lemari kecil ini sudah mulai melayani pembeli sejak pukul 6 pagi.

Ibu Yayah sang penjual sudah memulai usaha sejak tahun 1975. Ia meneruskan usaha kakaknya Ibu Hajar yang berdagang sejak tahun 1965. Kini ia dibantu suaminya H.Achdan dan Nuraeni anak perempuannya. Sementara dua saudara perempuannya juga ikut membantu mengelola cabang yang lain.

Warungnya mudah dikenali karena memakai banner Kecap Bango dengan warna hijau khasnya. Maklum saja ikon kuliner ini sering tampil di Festival jajanan Bango sebagai wakil kuliner Jawa Barat.

Bahan utama racikan tahu khas Mangunreja,Tasikmalaya ini terdiri dari kupat/lontong, tahu, tauge dan saus kacang. Bahan-bahan inipun ditata dalam baskom di atas meja. Sementara saus kacangnya ditaruh dalam panci.

Karena tak ada proses mengulek bumbu dalam beberapa menit seporsi kupat tahu (Rp.14.000) yang kami pesanpun tersaji. Permukaannya nyaris ditutupi saus kacang cokelat kental dengan bercak-bercak minyak di sela-selanya.

Kerupuk kanji merah dan gendar bulat disajikan dalam piring terpisah dengan porsi yang royal. Tahunya dipotong sedang agak kekuningan terasa lembut gurih. Menurut Nuraeni, tahu yang dipakai sejak dulu berasal dari Cibuntu.

Daerah Cibuntu di kecamatan Bandung Kulon memang dikenal sebagai penghasil tahu berkualitas. Menjadi pusat industry tahu rumahan yang menghasilkan beberapa jenis produk tahu.

Yang istimewa justru sausnya yang kental halus dengan bercak minyak oranye. Menandakan kacang tanahnya digiling halus sebelum dimasak bersama santan, cabai merah, bawang merah dan bawang putih. Di sela rasa gurih halus, ada semburat pedas dan asam Jawa yang segar.

Kucuran bumbu yang royal membuat kupat tahu ini tetap kaya bumbu sampai suapan terakhir. Kerupuk gendar dan kanjinya makin enak dicocol dengan sisa bumbu ini.

Sekarang selain kupat tahu, juga ada Lontong Kari Daging dan Ayam (Rp. 14.000) yang jadi menu baru. Berupa potongan lontong yang disiram kari daging yang encer. Dagingnya dipotong kecil dan disajikan dengan setengah telur rebus dan taburan bawang merah goreng plus kerupuk kanji.

Kuahnya gurih wangi kari yang ringan. Santannya juga cukup encer sementara dagingnya empuk dengan sedikit lapisan lemak. Sajian ini pas buat pilihan sarapan selain kupat tahu.

O,ya keluarga Hajjah Yayah juga sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Singapura. Mereka terpilih sebagai hawker (penjaja makanan kaki lima) yang tampil berjualan di World Street Food Congress (WSFC) 2015 yang akan berlangsung tanggal 7-12 April nanti.

Wah, tak sia-sia setelah puluhan tahun mempertahankan kualitas kupat tahu ini bisa membawa nama Gempol, Bandung ke dunia internasional. Ingin membuktikan kelezatan kupat tahu ini? Pastikan sebelum jam 12.00 siang karena warung tutup jam 12.00 siang. Selain di pasar Gempol juga ada di Setiabudhi, Dago, dan Lapangan Gasibu.


Kupat Tahu Gempol
Pasar Gempol Bandung
Telepon: 022-4260809

(lus/odi)