Bumbu Pekalongan: Sedep Tenan! Sego Megono Cecek Plus Tauto yang Gurih Pedas

- detikFood Senin, 23 Feb 2015 11:03 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Nasi Megono khas Pekalongan dibungkus daun pisang. Hangat wangi. Dipadu dengan ayam goreng atau sriping goreng yang gurih meresap. Ada pula tauto ayam dan daging yang gurih pedas. Dijamin mantap kenyang!

Pekalongan, bukan hanya ternama karena batik pesisirannya yang cantik berwarna tetapi juga jajanannya. Kalau mau sarapan atau makan siang bisa mampir di lapak-lapak penjaja sego megono yang ada di pusat keramaian kota.

Untungnya kami tak perlu singgah ke Pekalongan untuk menebus kangen sego megono. Di rumah makan ‘Bumbu Pekalongan’ ini tersedia beragam makanan Pekalongan. Termasuk teh cap Bandulan yang tersohor sepet wangi itu.

Bangku dan meja kayu panjang memenuhi rumah makan berupa ruko ini. Di bagian depan ada gerobak tauto, tempat meracik pesanan tauto ayam atau daging sapi. Di bagian tengah ada tempat khusus untuk tempe dan tahu goreng glepung yang panas mengepul dalam wadah bambu.

Sego Megono atau nasi megono disajikan dalam bungkusan daun pisang mungil. Tinggal bilang mau berapa bungkus. Lauknya bisa pilih cumi hitam, ayam goreng, sriping, pecak udang, pecak cucut atau rawon dan gado-gado.

Untuk menemani Megono Pincuk (Rp. 6.500) kami pesan seporsi sriping (Rp20.000), ayam goreng bumbu pekalongan (Rp. 28/000) dan tahu dan tempe goreng (Rp. 3.000/ per buah).

Sego Megono Pincuk nya dalam porsi kecil. Ketika dibuka, tercium aroma wangi kelapa dan kecombrang. Warna megononya kemerahan merata. Kelapanya tak terlalu banyak, dan nasi putihnya sekitar 4 sendok makan.

Megono yang disajikan merupakan megono cecek atau megono yang dibuat dari nangka muda cincang saja, tanpa tambahan sayuran lain. Selain megono cecek juga ada megono ikan, megono paris dari aneke sayuran seperti urap dan megono bung dari rebung muda.

Megonono sebenarnya tak beda jauh dengan urap sayuran. Selain kelapa muda parut, cabai, kemiri, kencur, daun jeruk, pada megono juga dipakai kecombrang. Rempah rimbang ini dikenal dengan nama rias, kincung atau kecincang. Aroma wangi lemon dan jahenya membuat racikan megono cecek jadi sedap.

Meski tak terlalu kuat aroma kecombrangnya, megononya cukup garing, renyah, dan gurih sedikit pedas. Apalagi nangkanya memakai nangka merah. Pas disuap dengan nasi pulennya. Sementara ayam goreng Pekalongannya gurih, meresap bumbunya dengan dominasi aroma sereh, lengkuas dan kunyit yang kuat. Yang paling sedap, sriping gorengnya.

Sriping atau scallop segar yang digoreng dengan bumbu kekuningan dan sedikit memaran cabai merah ini gurih kenyal dengan rasa pedas dan renyah yang enak. Terutama di bagian serabut scallop yang mengering. Ah, sedep tenan!

Setelah sego megono, tauto wajib dicicipi. Disajikan dalam mangkuk keramik mungil. Kuahnya cokelat kemerahan dengan sedikit jejak minyak. Ada serpihan biji kedeai dari tauco yang dipakai sebagai bumbunya. Tersedia tauto ayam (Rp.22.000) dan tauto daging (Rp.23.000).

Tanpa ditambah sambal, soto ini sudah cukup pedas, gurih kaldu sapinya terasa kuat. Potongan kecil dagingnya empuk tanpa lemak berlebihan. Diiringi suun yang lembut, tauto daging inipun tuntas. O,ya untuk tauto ayam, berisi suwiran ayam goreng yang juga gurih sedikit kering.

Pendamping menyantap sego megono cecek dan tauto yang tak boleh dilupakan adalah tempe dan tahu goreng glepung (tepung). Bisa ambil sendiri, tinggal tambah kecap manis dan cabai rawit hijau. Karena selalu disajikan saat baru diangkat dari wajan rasanya gurih enak. Tahunya lembut dan tempenya padat dengan lapisan tepung yang renyah.

Kesedapan santapan ini makin sempurna dengan sajian teh tubruk cap Bandulan. Teh hitam asal Pekalongan ini punya ras sepet yang moderat dengan aroma wangi bunga gambir. Enak disesap perlahan dengan pemanis gula batu. Kalau mau praktis bisa minum yang dikemas gelas dalam keadaan dingin dengan rasa manis yang lamat-lamat.

Kangen yang sedap dan mengenyangkan siang ini? Ayo, mampir ke sini!

Bumbu Pekalongan
Ruko Beryl 3 no.36, Jl. Kelapa Gading Selatan
Gading Serpong, Tangerang,
Banten
Telpon: 021-5462325

(lus/odi)