Berkeringat Terbakar Oleh Fire Tenders Level 1!

- detikFood Kamis, 11 Apr 2013 11:45 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta - Keringat mengucur, mulut megap-megap. Meski lidah terasa terbakar, tangan masih sulit berhenti mengoyak daging ayam bersalut bumbu barbecue ini. Ini baru level satu, apalagi level lima! Huah huaahh!

Mendengar nama Richeese, pasti Anda membayangkan makanan ringan berbahan keju. Namun, seorang teman malah bercerita tentang pedasnya daging ayam yang ia pesan di Richeese Factory. Penasaran, sayapun mendatangi cabangnya di Blok M Plaza, Jakarta Selatan.

Awalnya saya pikir Richeese Factory berupa cake shop yang menyajikan kue-kue berbahan keju dan produk-produk Richeese. Siapa sangka yang saya temui justru gerai makanan cepat saji? Wah!

Penataan ruangnya persis sama. Kita dapat melihat menu yang terpampang di atas belakang kasir, memesan, membayar, lalu membawa makanan dan minuman ke meja. Gerainya didominasi warna merah dan putih, mengingatkan saya akan restoran sejenis.

Pilihan menunya khas restoran cepat saji Amerika. Ada fried chicken, French fries, sandwich, dan softdrink. Adapula salad, nachos, dan cheesy chicken balls. Namun, yang tak boleh dilewatkan adalah Fire Wings dan Fire Tenders-nya.

Berhubung saya sedang malas menyantap daging ayam bertulang, saya memesan Fire Tenders (Rp 24.500/3 potong) yang terbuat dari daging dada ayam tanpa tulang. Saat pelayan menanyakan level kepedasan yang saya inginkan, saya hanya meminta level satu. Pasalnya, saya sudah mendengar sadisnya kepedasan saus barbecue di sini.

Wah, saya tergoda melihat daging dada ayam goreng tepung yang berlapis saus barbecue cokelat mengilat. Sayapun mengoyak dagingnya dan menguji kepedasannya. Tak butuh waktu lama, saya buru-buru menyeruput minuman apapun yang bisa saya raih.

Fire Tenders level satu ini ibarat wanita seksi yang menampar kalau dicolek. Menggoda, tapi 'galak'. Pedasnya perlahan merambat dari ujung lidah ke seluruh indra pengecap, membuat bibir saya ikutan merah. Untungnya nasi putih dan cocolan saus keju yang wangi dan tak terlalu asin bisa sedikit meredam.

Mungkin ini terjadi karena lidah saya terlalu peka terhadap rasa pedas. Namun, sudah banyak testimoni yang mengatakan bahwa level nol saja sudah cukup membakar. Konon, mereka yang memesan level lima atau paling tinggi akan disambut dengan senyuman mengejek sekaligus pertanyaan menguji dari sang kasir: "Yakin mau pesan level lima?".

Rasa pedas masih sedikit tertinggal ketika saya berlanjut ke pesanan berikutnya. Combo 1 (Rp 32.000) yang terdiri dari Chicken Fillet Sandwich, French fries regular, dan Richeese Fruit Tea Strawberry.

Saat sandwichnya digigit, renyahnya fillet ayam berpadu dengan selada serta irisan tomat dan bawang bombay. Gurih dari lembaran keju dan saus keju terjejak halus. Berbagai isian ini dibungkus dengan roti unik berbentuk persegi panjang yang terasa empuk.
Kriuk kriuk... French friesnya yang renyahpun terasa asin enak. Diiringi teh rasa strawberry yang manis wangi. Ah... Kenyang dan puas!

Untuk menutup acara makan kali ini, saya memesan Red Velvet Cupcake (Rp 9.000). Jika biasanya restoran cepat saji menawarkan es krim atau sundae, Richeese punya aneka cake yang ditempatkan dalam cup plastik mungil. Cake merah marun basah ditempatkan berlapis-lapis dengan cream cheese. Hmm... Terasa manis dengan gurih lembut keju.

Meski sajiannya mirip dengan restoran cepat saji lain, Richeese berhasil menawarkan keunikan berupa penggunaan keju di hampir seluruh menunya. Kapan-kapan saya akan mampir lagi! Belum kapok!

Richeese Factory
Blok M Plaza lantai LG
Jakarta Selatan
Telepon: 021-7398780


(fit/odi)