Takana Jo Sakana, Jajanan Jepang yang Selalu Terkenang

- detikFood Kamis, 01 Mar 2012 11:21 WIB
Foto: Bondan Winarno
Jakarta - Ada lagu Minang yang populer berjudul Takana Jo Kampuang (Terkenang kepada Kampung Halaman). Kalau kita plesetkan, memang tidak heran bila kita selalu terkenang kepada sajian Sakana yang mengesankan.

Bagi saya, yang membuat Sakana selalu takana adalah jajanan khas Jepang yang disebut takoyaki (arti harafiah: ikan gurita bakar). Sesungguhnya ini lebih mirip poffertjes yang berisi sepotong kecil ikan gurita. Rasanya memang sangat khas. Di Tokyo, takoyaki banyak dijajakan di pinggir-pinggir jalan. Sakana menyajikan takoyaki (Rp 28 ribu) sebagai snack maupun juga sebagai appetizer. Uniknya, takoyaki di Sakana disajikan secara kreatif. Ada yang memakai saus demi glace, ada yang ditaburi abon, ada pula yang memakai kuah kari.

Setiap waktu makan siang, lebih banyak orang Jepang tampak di Sakana dibanding warga lokal. Ambience-nya pun mirip-mirip restoran atau depachika di Jepang, berupa puluhan boks untuk 2-4 orang, maupun ruang-ruang yang lebih besar. Sekitar 120 tamu dapat diserap Sakana setiap saat.

Sakana juga menerapkan struktur harga seperti layaknya restoran di Jepang. Artinya, porsi dan harga untuk makan siang berbeda dengan makan malam. Tentu saja, harga-harga untuk makan siang lebih murah.

Untuk makan siang, yang paling populer adalah teishoku (lunch set di atas satu nampan), bento (lunch set di dalam satu boks), dan donburi (semangkuk nasi dengan lauk sederhana di atasnya).

Teishoku (disajikan dengan nasi, miso shiru, salad, acar, dan dessert) harganya antara Rp 44-81 ribu). Antara lain: tempura moriawase, beef teriyaki, dan lain-lain. Bento dihargai antara Rp 94-125 ribu, lengkap dengan chawanmushi, miso shiru, dan dessert. Sedangkan donburi hanya sekitar Rp 41-86 ribu, antara lain: sashimi don, oyako don, gyu don. Ada juga paket sushi yang dibandrol Rp 63-98 ribu.

Tersedia pula porsi kecil seperti curry rice (Rp 42 ribu), tuna sandwich (Rp 38 ribu), dan ume-shiso spaghetti (pasta dengan saus plum, Rp 40 ribu). Juga men mono (soba, udon, ramen) yang pas dan mengenyangkan dengan harga Rp 37-72 ribu.

Untuk malam hari, Sakana menyajikan menu yang lebih elaborate dan porsi yang lebih besar serta lengkap. Inilah saatnya untuk makan secara bertahap dengan memesan berbagai jenis sajian – termasuk panggang-panggangan daging dan seafood.

Pada malam yang dingin, saya sarankan Anda memesan oden – makanan khas jepang di musim dingin – berupa kuah segar panas dengan berbagai macam isi, seperti: konnyaku, kerang, berbagai bakso, irisan beef tipis, dan lain-lain. Hangat dan nyaman di perut, serta tidak terlampau mengenyangkan.

Sakana bukanlah tempat makan yang mewah. Sajiannya pun tergolong rata-rata saja. Tetapi, inilah salah satu tempat di Jakarta yang menawarkan the real dining experience gaya Jepang untuk kelas pekerja.

Selain gerai pertamanya yang menjadi flagship di MidPlaza 1, Sakana juga kini hadir di Bandara Soekarno-Hatta dan Karawaci.

Sakana
MidPlaza 1
Jl. Jenderal Sudirman kav 10-11
Jakarta Selatan
021 5706200


(dev/Odi)