Corsara atau Marinara?

Corsara atau Marinara?

- detikFood
Senin, 02 Apr 2012 10:48 WIB
Jakarta - Peta kuliner Jakarta semakin hidup. Seolah-olah tidak pernah ada matinya. Ke mana pun kita pergi, selalu saja kita menemukan sebuah tempat makan baru. Di Pacific Place Mall, bulan lalu saya menemukan sebuah restoran baru yang berpenampilan apik dan mengarahkan sasarannya kepada khalayak berkantung tebal yang menggemari masakan Prancis-Italia. Interior-nya ditata classy, sekalipun masih memberikan nuansa casual mengingat tempatnya di lingkungan mall. Tempatnya sangat cocok untuk melewatkan waktu sambil menunggu redanya kemacetan lalulintas.

Sesuai dengan tema opera, daftar menu-nya pun diatur mengikuti struktur pertunjukan. Appetizers-nya disebut First Act. Sedangkan secondi piatti-nya disebut Second Act. Di sini kita dapat menemukan berbagai appetizers klasik, seperti tuna carpaccio, escargot bourgouignone, dan lain-lain. Appetizers kreasi modern pun tersedia dalam berbagai variasi. Harga dan variasi menu-nya memang mewakili khalayak tamu yang menjadi sasarannya. Grilled beef, misalnya, dibandrol antara Rp 165-495 ribu. Bahkan ada pizza yang ditaburi caviar dengan harga Rp 890 ribu. Saya sangat ingin mencobanya, tetapi dompet sedang tipis. Ayo, kapan mau traktir saya?

Bila akhirnya saya memesan spaghetti alla corsara, tentulah terutama karena saya jarang menemukan pasta yang dimasak dengan cara ini. Sekalipun penampilan sausnya agak mirip seperti spaghetti alla bolognese yang umum kita kenal, tetapi "tendangan" ras oregano, bawang putih, seledri, dan basil-nya lebih β€œnonjok”, sehingga memang membuatnya sangat beda dari alla bolognese yang lebih mild, easy to like.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Italia, pasta alla corsara biasanya justru disantap plain, dengan sedkit parutan kerju parmesan, tanpa tambahan protein, karena memang mereka ingin menonjolkan citarasa sausnya yang khas. Di rumah-rumah, pasta alla corsara juga sering ditambahi tuna kalengan sebagai protein.

Di Opera Blanc, spaghetti alla corsara-nya (Rp 145 ribu) disajikan dengan mixed seafood. Ada scallop yang masih menempel di cangkangnya. Beberapa vongole (kerang putih atau kerang tahu) Penyajian pasta alla corsara di mare seperti ini banyak ditemukan di kawasan pantai Italia, misalnya di Venezia.

Tampilannya bagus, sekalipun tampaknya sang chef belum sepenuhnya menyelami karakteristik pasta alla corsara yang sejati. Bagi yang belum mengenal sajian jenis ini, masakan chef Opera Blanc sudah bisa dinikmati sebagai sajian pasta yang beda dari alla bolognese, misalnya. Scallop-nya agak terlalu matang dimasak, sehingga agak keras, kehilangan karakter utamanya. Vongole-nya cukup baik. Begitu juga udang dan cumi-cuminya. Secara umum, sajian ini bagi saya lebih cocok diberi nama spaghetti alla marinara. Sejujurnya, antara marinara dan corsara adalah beti (beda tipis). Sayangnya, pemilihan nama seringkali memunculkan harapan khusus yang dapat berefek bumerang.

Supaya adil, mungkin saya perlu mengulangi kunjungan ke Opera Blanc agar dapat mencicipi lagi berbagai sajian yang lain setelah beroperasi secara penuh. Maklum, kunjungan kemarin tampaknya masih dalam rangka soft opening. Kita sebaiknya tidak memberikan penilaian langsung ketika sebuah restoran masih dalam operasi ujicoba.

Opera Blanc
Pacific Place
Ground Floor A102-108
Jl. Jen. Sudirman kav. 52-53
Jakarta Selatan
Telp: 021 57573130


(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads