Mr. Asui: The Best Seafood in Bangka

- detikFood Kamis, 14 Apr 2011 10:30 WIB
Bangka - Yang satu ini mungkin tidak memerlukan perdebatan panjang. Semua orang yang pernah mencicipi sajian seafood di Bangka pasti sepakat untuk menominasikan Restoran Mr. Asui sebagai yang terbaik. Pemiliknya memang bernama Koh Asui, dengan nama lengkap Hew Men Sui. Nama barunya: Sukamto. Karena banyak orang asing juga suka singgah ke sini, jadilah namanya dilengkapi menjadi Mr. Asui.

Sejak dulu lokasinya tidak pernah pindah. Masuk gang kecil, barulah kita menemukannya. Bedanya, bila dulu masih berbentuk rumah panggung berlantai papan, sekarang sebagian besar ruang makannya sudah kokoh dilapis ubin mengkilat.

Khususnya para penggemar seafood aliran purist - yaitu mereka yang suka seafood dimasak seasli mungkin tanpa bumbu - pastilah memuji sajian Mr. Asui ini.

Signature dish-nya adalah ekor tenggiri  bakar (Rp 75 ribu). Tiap hari kita melihat pemasok membawa berpuluh-puluh potongan ekor tenggiri segar ke sini. Memang hanya bagian ekornya saja. Tetapi, karena dipotong dari ikan tenggiri (spanish mackerel) yang berukuran besar, maka sepotong ekornya saja beratnya mencapai sekitar satu kilogram. Bisa dimakan empat orang sampai kenyang.

Ekor tenggiri ini dibakar di atas bara arang tanpa bumbu apapun. Bagian kulit luarnya sedikit hangus. Bila menjelang matang, dagingnya merekah sendiri, dan langsung diangkat dari api. Disajikan dengan jeruk kunci (limau kasturi, lemon cui) dan sambal blacan (trasi).

Daging ikan bakar ini masih terasa lembab (moist) bagian dalamnya. Kucuri dengan perasan jeruk kunci yang harum, cocol dengan sambal blacan yang dahsyat. Hmm, mak nyuss! Tekstur ikan yang lembut, citarasa manis-gurih alami, harum jeruk kunci, dan tendangan trasi Toboali yang sungguh cantik. Tiada lawan.

Sambal trasi "model" inilah yang umum di Bangka. Hanya cabe merah, bawang putih, dan trasi Toboali - kombinasi mematikan untuk sambal yang dangerously delicious.

Saking populernya ekor tenggiri bakar Mr. Asui ini, kini semua restoran seafood di Bangka meniru penyajian seperti ini. Tetapi, Asui tetap tidak terkalahkan.

Hidangan lain yang perlu dicicipi di sini adalah kakap tahu tausi (Rp 60 ribu). Kakap utuh digoreng dengan potongan tahu, lalu disiram dengan saus yang dibuat dari tausi (fermentasi kedelai hitam).

Kepiting olahan Mr. Asui juga termasuk andalan. Karena umumnya kepiting dari Pulau Bangka agak kecil-kecil ukurannya, Mr. Asui selalu mendatangkan kepiting besar-besar dari Palembang. Kepiting lada hitam yang saya pesan ternyata berat hidupnya mencapai 1,5 kilogram. Makan satu capitnya yang empuk saja sudah kekenyangan. Luar biasa!

Makan seafood sebaiknya didampingi masakan sayur yang tepat. Tumis kangkung selalu merupakan pilihan tepat karena segar dan matched dengan tekstur ikan maupun udang. Tetapi, bila di tempat Mr. Asui, pesanlah tumis buncis udang. Buncis muda dirajang kasar, ditumis cepat dengan udang segar. Hmm, sayur sesederhana ini saja pun berpotensi membuat Anda ketagihan.

Jadi, kalau Anda ke Bangka lagi, jangan lupa singgah ke Mr. Asui. Gampang, kok. Semua supir taksi tahu alamat ini.

Mr. Asui
Jl. Kampung Bintang Dalam 93/12
Pangkalpinang
0717 423772



(dev/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com