Doudou memang kemudian "loncat kapal" dan mendirikan Metis yang tidak jauh dari Cafe Warisan. Tetapi, Warisan tetap jalan terus. Sekarang, Chef Vincent Denayer dari Belgia memimpin tim dapur. Sekalipun saya tidak lagi dapat menemukan sajian couscous kesukaan saya, tetapi Warisan punya menu baru yang justru layak diuji.
Untuk makan siang, Warisan menyajikan set menu seharga Rp 99 ribu (two-course) dan Rp 130 ribu (three-course). Untuk restoran sekualitas Warisan, harga-harga itu boleh dibilang murah. Menu makan siang paling mahal pun masih di kisaran Rp 225 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari beberapa pilihan salad, jangan lewatkan mango mozzarella millefeuilles with parma ham (Rp 95 ribu) yang sungguh unik - baik dari sisi penyajian maupun citarasa.
Untuk hidangan utama, saya memilih wagyu tenderloin with confit shallot (Rp 185 ribu). Disajikan dengan brokoli dan gratin kentang. Cara penyajian steak dengan saus acar bawang merah ini (a l'echalotte) memang khas Prancis. Steak-nya dipanggang dengan tingkat kematangan medium, dan saus bawang merahnya mengingatkan saya pada saus parappe di Makassar. Bedanya a l'echalotte memakai red wine sebagai sentuhan akhir. Mak nyuss!
Pilihan hidangan utama lainnya adalah: crispy fried barramundi (Rp 99 ribu), grilled tuna (Rp 90 ribu), Australian ribeye steak (dengan saus bearnaise dan blue cheese, Rp 225 ribu). Yang terakhir ini pernah saya cicipi pada kunjungan sebelumnya, dan harus juga mendapat nilai mak nyuss!
Seperti juga kebanyakan restoran di Bali, Warisan mempunyai ambience yang menyenangkan. Di bagian belakang, terlihat hamparan sawah yang asri, membuat tamu betah duduk berlama-lama menikmati sajian lezat dan semilir angin serta gemerisik pada di sawah. Tidak salah bila Bali hingga kini masih menggengam reputasinya sebagai Paradise Island.
Warisan
Restaurant, Bar, Galleries
Jl. Raya Kerobokan 38
Kerobokan, Bali
0361 731175
www.warisanrestaurant.com
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN