Ah Yat dikenal luas karena sajian pau hi (abalone) yang istimewa. Ini memang masakan andalan dan kebanggaan Ah Yat. Tidak heran bila harganya pun selangit. Memang, pau hi-nya sendiri tidak murah. Sebutir pau hi (diimpor segar dari Australia dan Meksiko) harganya sekitar Rp 1,25 juta. Karena itu, Ah Yat juga punya reputasi sampingan sebagai restoran mahal.
Selain pau hi, Ah Yat juga dikenal karena berbagai masakan seafood eksklusif, seperti: geoduck, kepiting (Australia), lobster, udang, kerang bambu, dan ikan. (Catatan: saya protes karena Ah Yat masih menyajikan kerapu tikus yang sudah dilindungi!). Tetapi, masakan bebek, ayam, dan sapi-nya pun tidak boleh dilewatkan.
Popularitas Ah Yat membuatnya merasa wajib menghadirkan gerai yang eksklusif halal. Maka, hadirlah Ah Yat Seafood yang menghadirkan semua masakan olahan hasil laut halal. Ini yang membedakan Ah Yat yang satu dengan yang lain. Saya pernah begitu ingin makan Buddha Jumps over the Wall, tetapi βsalah masukβ ke Ah Yat Seafood di Senayan yang - tentu saja - tidak menyajikannya. Soalnya, masakan spesial yang satu ini memang mengandung bahan non-halal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi mereka yang menganut vegan atau vegetarian, silakan coba Keranjang Talas Sayuran (Rp 88 ribu). Sekalipun hampir semua sajiannya untuk memanjakan lidah para carnivora, Ah Yat ternyata juga mempunyai beberapa items untuk para vegetarian yang juga dimasak mengikuti kaidah vegetarian. Menu yang satu ini merupakan favorit saya. Pertama, karena penyajiannya sangat indah dan menawan. Kedua, sajian ini kaya akan tekstur dan citarasa istimewa.
Talas atau keladi dibentuk menjadi keranjang dengan permukaan berserabut. Ini bukan hiasan. Memang sayang untuk menghancurkan "keranjang" talas ini, tetapi rasanya lezat. Isinya adalah tumis berbagai sayuran - water chestnut, asparagus, wortel, paprika, dan jamur - di-topping dengan kacang mede goreng. Top markotop!
Favorit saya di Ah Yat adalah Kerapu Lumpur Saus Thailand (Rp 300 ribu, 800 gram). Terus terang, ini adalah tempat yang "salah" untuk memesan hidangan ikan. Di restoran lain, masakan ikan jenis ini dapat kita peroleh dengan harga lebih murah. Kalau di Ah Yat, sepantasnya kita memesan pau hi (abalone), kepiting, lobster, dan berbagai seafood eksklusif lainnya.
Tetapi, saya justru selalu "mengejar" masakan ini. Saya jarang makan kerapu - karena alasan "go green" - dan karenanya harus makan yang istimewa bila harus/terpaksa memesannya. Bagi saya, saus Thailand di Ah Yat adalah the best. Mati-mati musti coba! Mak nyuss!
Ah Yat Abalone Seafood Restaurant juga hadir di Surabaya (Jl. MH Thamrin 77-79, 031 5670011). Sedangkan restoran mereka yang lebih eksklusif, Ah Yat Abalone Forum Restaurant ada di dua lokasi di Jakarta: Gedung MidPlaza lantai LG, Jl. Jenderal Sudirman kav 10-11 (021 5707333), dan di Hotel Dusit Mangga Dua lantai 3, Jl. Mangga Dua Raya (021 6128833).
Ah Yat Seafood
Pintu 5, Gelora Senayan
Jakarta Pusat
Telp: 021 5705333
(odi/gst)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN