Pada dasarnya, masakan bebek Cak Topa mirip dengan bebek goreng gagrak Madura yang banyak dijumpai di Surabaya. Bebek diungkep dalam bumbu dan direbus sampai empuk, sebelum kemudian digoreng atau dibakar. Dengan proses seperti itu, pastilah daging bebeknya akan empuk, dengan bumbu-bumbu yang meresap hingga ke serat-serat dagingnya.
Sajian paling populer di Cak Topa adalah bebek goreng cabe ijo (Rp 23 ribu). Cabe ijo-nya mirip dengan sambal yang biasa kita jumpai di rumah makan Padang. Mak nyuss! Bila kurang suka bebek, ada pilihan ayam. Dibandingkan beberapa rumah makan bebek lainnya, Bebek Cak Topa termasuk di papan atas dalam kualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pendamping, dapat dipesan tempe atau tahu goreng, tahu petis, perkedel jagung, urap, atau tumis kangkung. Ada juga sajian tahu telur yang sangat khas Surabaya. Dapat pula dipesan berbagai sambal pencit (dari mangga muda), sambal terong, sambal tomat, dan berbagai sambal lain.
Menu minumannya pun sangat beragam. Favorit saya adalah es temulawak. Ada juga es beras kencur dan berbagai minuman modern, seperti: es lemon daun mint, es lime mint, lemon crush, teh lychee, dan lain-lain. Minuman panas tradisionalnya adalah teh poci, wedang jahe, dan kopi brotoseno.
Untuk pencuci mulut setelah menikmati masakan yang pedas dan gurih, tersedia pisang bakar karamel a la mode (dengan topping es krim), pisang goreng, tape goreng, dan tape bakar keju. Cak Topa memang bukan lagi warung sederhana di pinggir lapangan futsal. Ia telah bertransformasi menjadi restoran yang pantas untuk kaum berdasi, sekalipun harganya masih dipertahankan selayak mungkin.
Bebek Edan Cak Topa juga hadir di foodcourt Gedung Energy di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. (Bondan Winarno)
Bebek Edan Cak Topa
Jl. Cikajang 38
Jakarta Selatan
021 7203988
www.bebekedancaktopa.com
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN