Masakan Korea Kelas Eksekutif

- detikFood Senin, 02 Agu 2010 10:20 WIB
Jakarta - Unik juga! Ternyata di Jakarta ada restoran Korea kelas eksekutif. Memang, kalau kita datang ke sana, akan tampak mobil-mobil mewah diparkir di depan. Pertanda yang datang makan di sini bukanlah kelas pekerja, melainkan para eksekutif.

Seperti lazimnya di restoran lainnya yang menyajikan masakan tradisional Korea, hidangan yang paling populer di sini adalah iga sapi bakar (seng galbi) dan daging sapi bakar (bul gogi). Baik iga maupun daging sapinya direndam (marinated) dalam saus wijen dan bawang putih, kemudian dipanggang di depan kita di atas wajan tanpa minyak. Mak nyuss!

Untuk memudahkan pemesanan, biasanya untuk setiap orang diperlukan satu porsi daging. Jadi, misalnya kita makan berdua, cukup memesan satu porsi seng gal bi (Rp 165 ribu), dan satu porsi bul gogi (Rp 120 ribu). Tetapi, bila Anda termasuk pemakan daging, segera pesan lagi begitu Anda merasa porsinya tidak cukup.

Bila Anda tidak suka asap atau bau masakan dari daging yang dipanggang di meja, masakan-masakan ini juga dapat dipesan untuk dimasak di dapur. Tentu saja, cara ini justru mereduksi dining experience. Sekalipun bau asap, bagi saya kenikmatan makan masakan Korea justru melihatnya matang di depan mata kita. Kita juga dapat mengatur tempo agar daging tetap hangat pada saat kita perlukan.

Sebelum hidangan utama datang, tersaji terlebih dulu berbagai pan chan (appetizer) sekitar sepuluh jenis dalam porsi kecil-kecil. Sebagian besar pan chan dapat disantap sambil menunggu hidangan utama dipersiapkan. Sebagian lagi dapat disantap bersama hidangan utama.

Daging dan iga bakar biasanya dicelupkan ke saus, ditambah sambal tauco dan kimchi (asinan sawi pedas), lalu dibungkus daun selada. Bila suka, mintalah satu bungkul bawang putih untuk dipanggang. Setelah dipanggang, bawang putihnya menjadi lembut seperti mentega, dan dapat disantap bersama iga atau daging panggang.

Selain hidangan bakar-bakaran, juga tersedia berbagai individual portion masakan Korea tradisional, seperti: dolsot bibimbap (Rp 65 ribu, nasi campur di dalam mangkuk batu panas), sam gye tang (Rp 80 ribu, ayam kecil utuh diisi nasi, dimasak sup ginseng), gal bi tang Rp 70 ribu, sup iga sapi), dan lain-lain.

Saya sarankan Anda memesan hidangan yang disebut yuk hwae, atau kadang-kadang disebut yuk ke, yaitu daging sapi mentah dicincang, diaduk dengan telur mentah dan saus wijen, kemudian dicampur dengan irisan buah pir dan ketimun. Sangat menyegarkan sebagai appetizer. Karena yuk hwae dibuat dari daging mentah berkualitas khusus, di Ham Ji Bak hanya disediakan berdasarkan pesanan. Bahkan tidak tercantum di daftar menu.

Ham Ji Bak juga punya "saudara" di kawasan Jakarta Pusat, namanya The Koreana, Jl. Teluk Betung 34. Keduanya sama-sama mak nyuss! (Bondan Winarno)

Ham Ji Bak
Executive Korean Restaurant
Jalan Cipaku 1 No. 16
Kebayoran Baru, Jaksel
021 7396958, 7399262, 72792081


(dev/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com