Populer Sebagai Menu Sarapan, 5 Mitos Soal Telur Ini Masih Dipercaya

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Jumat, 19 Jul 2019 05:00 WIB
Foto: Istock Foto: Istock
Jakarta - Telur jadi menu sarapan populer. Tetapi masih banyak orang percaya akan mitos telur. Telur bikin jerawat hingga jantungan.

Sebagai sumber protein telur memberi asupan protein, lemak, vitamin dan juga karbohidrat. Karenanya telur yang mudah didapat dengan harga terjangkau disukai banyak orang. Konsumsi 1 butir telur, bisa direbus, diceplok atau dibuat dadar dan orak-arik jadi banyak pilihan orang saat sarapan.

Tiap butir telur segar memberi asupan 74 kalori, 4.97 lemak 0.38 g karbohidrat, 6.29 protein, vitamin A, vitamin C dan vitamin D. Meski punya sejumlah kandungan nutrisi penting, telur masih juga tak menyehatkan oleh sementara orang. Dari penyebab jerawat, kolesterol tinggi hingga kegemukan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa mitos telur yang masih populer hingga sekarang.


Populer Sebagai Menu Sarapan, 5 Mitos Soal Telur Ini Masih DipercayaFoto: Istimewa

1. Telur menyebabkan jerawat

Banyak orang terutama wanita enggan konsumsi telur dengan alasan telur bisa merangsang tumbuhnya jerawat. Padahal telur bukanlah penyebab munculnya jerawat. Kecuali pada orang-orang tertentu yang alergi jerawat.

Sebaliknya telur mengandung protein dan sejumlah vitamin yang jika dikonsumsi justru membuat kulit lebih mulus bersinar. Tentunya telur harus dikonsumsi dalam takaran wajar.

Populer Sebagai Menu Sarapan, 5 Mitos Soal Telur Ini Masih DipercayaFoto: istimewa


2. Kuning telur tidak sehat

Gara-gara mitos ini banyak orang menyisihkan kuning telur dan hanya mengonsumsi putih telur saja. Kuning telur merupakan sumber lemak dan protein yang baik. Nutrisi ini diperlukan untuk membangun otot dan tulang yang sehat. Asal dikonsumsi dengan porsi wajar, kuning telur memberi manfaat sehat.

3. Telur dan susu bisa mengganggu pencernaan

Telur dan susu merupakan bahan makanan yang kaya dengan nutrisi baik. Dari protein, lemak hingga karbohidrat. Asam amino pada telur sangat dibutuhkan agar organ tubuh berfungsi efisien. Karena konsumsi telur bersama susu asalkan dalam porsi wajar sangat baik untuk menyeimbangkan asupan protein harian. Kecuali buat mereka yang menderita lactose intolerant harus menghindari konsumsi susu.

Populer Sebagai Menu Sarapan, 5 Mitos Soal Telur Ini Masih DipercayaFoto: Thinkstock


4. Telur menaikkan kadar kolesterol

Jika Anda punya kecenderungan kolesterol darah tinggi, sebaiknya batasi konsumsi kuning telur. Sementara putih telurnya masih mengandung protein dan asam amino. Sebaiknya makan dengan pola gizi seimbang. Kolesterol bisa bertambah jika terlalu banyak konsumsi kuning telur juga makanan lain yang mengandung lemak tinggi.

5. Telur tidak baik untuk ginjal

Mitos ini paling besar dan populer. Putih telur bisa merusak ginjal. Padahal sebaliknya, konsumsi 1 hingga 2 butir putih telur setiap hari dapat meningkatkan protein baik dalam tubuh. Asupan ini justru menyehatkan kerja ginjal.

(odi/odi)