Jenis keju: Di pasar swalayan besar biasanya terdapat counter khusus keju yang berupa lemari pendingin. Jenis keju secara umum dibedakan menjadi 3 jenis, keju segar atau keju muda, keju lunak dan keju tua.
Seperti wine, keju memiliki jenis dengan sifat berbeda dan harus disantap atau diolah dengan cara yang tepat agar dapat merasakan cita rasa yang prima. Keju bisa dimakan begitu saja, sebagai isian, sebagai saus, sebagai taburan atau bahan paduan dengan bahan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis keju muda atau keju segar lebih banyak dipakai untuk campuran salad, saus, atau diolah menjadi dessert dan kue-kue. Misalnya jenis cream cheese dan cottage cheese. Biarkan keju yang dingin selama 30 menit dalam suhu ruang agar aroma dan rasanya berkembang sempurna dan lezat saat dimakan.
Menyimpan keju: Biasanya keju dibeli dalam bentuk potongan, jika tak habis dimakan maka keju perlu disimpan dengan cara yang tepat sehingga tetap awet dan enak rasanya. Bungkus selalu keju dengan kertas aluminium dan simpan dalam lemari es.
Bungkus secara longgar agar ada sirkulasi udara. Karena keju merupakan bahan yang mengandung oragnisme hidup dan mudah berjamur jika terkena udara lembap. Sebaiknya simpan semua jenis keju dalam tempat bersuhu 8-13o C agar tetap berkualitas bagus.
Khusus untuk jenis blue cheese, bungkus rapat-rapat supaya spora dalam keju tidak berpindah ke makanan lain di dekatnya. Jangan menyimpan keju di dekat makanan yang beraroma tajam karena keju mudah menyerap aroma tajam. (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN