Memilih Cabai: Hampir semua jenis cabai dapat diolah menjadi sambal dengan tingkat kepedasan yang berbeda. Jika suka rasa pedas menggigit sebaiknya pilih jenis cabai merah keriting atau cabai rawit merah. Pilih cabai yang segar, tidak ada bagian yang busuk atau rusak. Cabai yang busuk akan membuat rasa sambal kurang enak. Buang tangkai cabai, cuci bersih lalu tiriskan hingga kering. Potong-potong cabai menjadi potongan kecil hingga mudah dihaluskan.
Terasi: Terasi merupakan bahan terpenting dalam sambal. Pilih terasi asli dari rebon atau daging ikan, berkualitas bagus, aromanya harum khas ikan dan udang. Terasi yang mahal, berwarna tidak terlalu terang merupakan ciri-ciri terasi yang enak. Misalnya terasi dari Bangka, terasi Juana, Rembang atau Sidoarjo. Panggang, bakar, sangrai atau kukus terasi sebelum dipakai hingga matang. Terasi matang akan memberi aroma lebih enak pada sambal.
Bumbu Lain: Selain cabai dan terasi, tambahan bawang putih, bawang merah, kencur akan menambah kelezatan sambal. Aneka jenis jeruk seperti jeruk nipis, jeruk limau dan jeruk purut atau jeruk lemon bisa menambah segar rasa sambal. Juga jenis asam seperti asam Jawa, asam sunti atau belimbing sayur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harus Segar: Sambal sebaiknya dihaluskan dengan cobek, jangan memakai blender karena gesekan batu cobek akan mengeluarkan jus cabai sehingga rasanya lebih sedap. Sedangkan pisau blender akan membuat cincangan pada cabai tanpa 'memeras' jusnya. Karena itu untuk mendapatkan rasa sambal tersegar dan terenak, gunakan cobek batu berkualitas (yang 100% dari batu tidak dilapisi lapisan semen). Racik atau buat sambal sedekat mungkin dengan waktu menyantapnya sehingga rasanya terasa sangat segar. Jika dibiarkan beberapa saat, sambal akan kering dan aromanya menjadi kurang sedap atau basi. (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN